Friday, July 31, 2009

Goenawan Mohamad, Sang Penentang Pemikiran Monodimensional




Dari kecil saya orang yang suka berdebat (dan sekarang saya tau ini gak baek), suka mengkritisi sesuatu, suka berpikiran berbeda dengan orang orang di sekitar saya. Saya nggak terlalu suka terikat dalam suatu pakem tertentu, suatu faham tertentu dan suatu dasar pemikiran tertentu. Tentu saja ketidak konsistenan pandangan ini hanya berlaku terhadap hal-hal yang berhubungan dengan urusan-urusan yang tidak menyentuh akidah agama. Mungkin ini bisa terlihat dari gaya menulis Blog saya yang suka berubah-ubah, kadang pake "saya" kadang "gw" kadang serius, kadang becanda, tapi yang pasti. Saya selalu berusaha berusaha menulis dengan sejujur mungkin, sesuai dengan apa yang sedang saya rasakan dan alami. =)

Kemarin, sewaktu saya membereskan buku-buku kuliah semester 2 untuk mempersiapkan ruang bagi datangnya buku-buku materi kuliah semseter 3. Secara nggak sengaja mata saya tertuju pada sebuah buku, buku ini lumayan tebal, sampulnya abu abu, di depanya ada gambar seorang laki-laki sedang menimang dagu, dengan pandangan mata teduh dan senyum simpul. Setelah saya ambil ternyata itu adalah salah satu buku favorit saya yang sudah lama tidak saya baca lagi, sebuah kumpulan tulisan dari seorang yang saya sangat kagumi atas keluasan wawasan dan pandanganya akan sebuah fenomena. Beliau adalan Goenawan Mohamad. Dan buku yang saya pegang waktu itu adalah salah satu kumpulan karyanya yang berjudul Setelah Revolusi tak Ada Lagi

Setiap membaca tulisan Goenawan Mohamad, saya selalu bingung. Apakah sebenarnya yang diinginkan oleh Goen ini? Apakah dia mau menulis untuk dirinya sendiri ataukah orang lain? Apakah dia mau membakar semangat ato hanya menyentil ringan? Apakah dia menyampaikan fakta atau memancing opini? dan banyak lagi apakah-apakah lain yang bermunculan dalam kepala saya. Mungkin karena saya orang yang awam sastra, sehingga alur berpikir saya terkadang bingung dengan apa yang coba diungkapkan Goenawan Mohamad dalam tulisanya. Namun, untuk mendeskripsikan seperti apa tulisan dia (setidaknya menurut saya) beliau ini bukan orang yang akan bersusah susah untuk mencari cara yang efektif untuk menyampaikan ide yang ingin dia sampaikan. Dia santai saja mengayun kata dari satu kata ke kata lain merakit makna dari satu frase ke frase lain, yang oleh orang yang tidak berada pada kapasitas seperti dia mungkin terasa janggal dan aneh.

Caranya untuk menelisik pemikiran yang bersifat doktrin sungguh unik, dia gabungkan berbagai analogi analogi yang cerdas dan penuh wawasan. Sebuah kesan yang seakan ingin di suratkan adalah bahwa dia adalah seorang liberalis sejati, ya seorang liberalis mungkin ini kata yang cukup menggambarkan bagi saya. Lompatan-lompatan idenya sungguh menyenangkan, seakan-akan kita sedang membaca karya dari seorang bule yang besar di belahan dunia barat, dan baru datang ke Indonesia belakangan karena tertarik pada masalah korupsi, demokrasi, dan HAM di negeri yang karena akrabnya dengan masalah-masalah itu, seakan sudah menjadi trade mark bagi negeri ini. Namun ternyata bukan bule lho, si penulis (Goenawan Mohamad) adalah seorang liberalis pro-Barat yang terjebak dalam tubuh pribumi kelahiran Karanganyar! Luar biasa.

Mungkin kekritisan pria kelahiran 29 Juli 1941 ini terasah dari seringnya dia membaca literatur-literatur barat yang pada tahun-tahun itu tengah menyemarakkan kampanye liberisasi (yang sekarang tampak sudah hasilnya). Mulai menulis sejak 17 tahun, menekuni bidang bolitik di Luar Negeri, akrab dengan literatur barat dan besar pada era negeri ini dikangkang tirani mungkin merupakan kombinasi tepat dari terbentuknya mental kritis Goenawan Mohamad.

Meski kagum dengan wawasan dan caranya menyampaikan rangkaian ide menjadi sebuah tulisan yang membius. Tetap saja saya sayangkan beberapa pemikiran Beliau yang terkadang terlalu radikal.. =) Namun siapakah saya? Dibandingkan dengan wawasan dia saya tentu jauh tertinggal. ukan hak saya untuk mempermasalahkan keradikalan pemikiran Goen. Namun salut tetap salut, salut atas ketidak patuhanya terhadap pemikiran monodimensional.

Thursday, July 30, 2009

Nyobain Ngirim SMS Pake Telum di FT UI

Habis balik dari kampung di Jombang, ada sedikit perbedaan yang tampak di beberapa sudut kampus teknik. Sebuah benda yang bulet, ngegemesin ,oranye dan terlihat bermanfaat, hayooo apa hayooo... granat manggis?? Bukan!! Tong sampah?? Bukan!! Kulkas?? Bukan!! Ada jawaban lain?? Karena pada gak bisa gw kasi tau dah..hehe..itu tuh Telum (Telepon Umum)!... Awalnya sih gw gak tertarik, tapi setelah dilliat-liat jadi pengen nyobain hehehe.. dasar gw usil.

Jadilah sehabis shalat Isya’ gw nyobain tuh benda, kebetulan di dekat mustek ada juga tuh salah satu benda ginian teronggok di tembok depan ruang BEM. Pertama gw liat liat tuh benda, trus gw siapin dah sebuah koin 500 rupiah. Naaahh giliran gw mau mencet nomer rumah di Jombang, eh mata gw tertuju pada pilihan sms. Waawwwww, mungkin bagi lo ini biasa prend, tapi bagi gw, seorang anak Djombang, telp umum bisa sms itu aneh..heheheh..maaph yah kalo katrok.. maklum..



Si Telum Baru Teknik... =)



Tombol pilihan buat nge-sms n petunjuk langkah buat sms... =)


Ceritanya abis gw masukin tuh koin, langsung dah gw teken tombol buat bikin sms, buat nomor percobaan pesen ini gw minta Bang Daus buat jadi sukarelawan keisengan gw.. Ahaha.. Lalu gw ketiklah sms berbunyi..

Halo Bang Ini SMS

Dan tak lamaa kemudiaaaannnn, terkirimlah pesan gw ituuu..ahahahaha... senang bukan maen dah... Dan ternyata Bang Daus (yang juga belum pernah nyobain) penasaran jg buat ngebales tuh sms. Tapi ternyata gak bisa,, (ya iya lahhh...)..hehehe...Anyway thanx for bang Daus n Tegar yang dah mau jadi partner keisengan gw.. :)

Langkah SMS pake telum :

1. Masukin koin, bisa 200, 500, ato 1000

2. Teken pilihan buat sms.

3. Masukin nomer tujuan loh (nah loh...apal gak?? hehe)

4. Ketik pesen (spasi pake # kalo mau nindes pake *)

5. Pencet lagi tombol pilihan buat sms.

6 . Bedoa biar kekirim..hehehe


Tips biar sms asik lewat telum:

1. Apalin dah tuh nomer se-phonebook. hahaha


Hikmah:

1. Buat temen2 FT dah gak ada alesan tuh gak bisa sms gara-gara hape gak ada pulsa... ahaha

2. Sms pake Telpon umum tuh mahal!! 300 dah,, mana gw kasi 500 gak kembali, hehehe so jangan ngirim sms pake telum sering-sering.. (jiaahh sapa juga yang mau... :p )


Selamat mencoba.....

Thursday, July 23, 2009

Mengapa SMS Kita Sering Tidak Dibalas? Atau Tidak Segera Dibalas




"Besok rapat jam 3 bisa datang kan? bales ASAP"


Potongan pesan pendek atau sms macam di atas itu sering banget saya dapati, dan secara tidak sadar, sering juga saya gunakan. Sebenarnya, apabila kita berpikir secara nilai etika, apa yang kita sering temui dalam akhir pesan pendek tersebut adalah hal yang kurang etis teman. Kenapa? Sebab tanpa kita suruh sekalipun, apabila hal yang kita sampaikan dalam pesan tersebut adalah hal yang penting maka dengan sendirinya penerima pesan tersebut tidak akan berlama-lama untuk membalas maupun menanggapi pesan yang kita kirimkan. Alasan lain dari ketidak etisan dari hal tersebut adalah adanya unsur paksaan atau desakan dalam penyampaian maksud yang kita sampaikan, mungkin bukan masalah apabila kita melakukan ini pada teman sebaya. Namun apa jadinya bila kebiasaan ini terbawa sampai pada saat kita berhubungan dengan relasi yang menginginkan hubungan formal. Tentu hal ini dapat menimbulkan masalah.

Dalam tulisan ini saya bukan ingin mengulas permasalahan ini secara psikologis. Karena jelas itu bukan kompetensi saya. Namun ada baiknya kita melihat masalah ini dari segi yang sederhana-sederhana saja, yang nyantai-nyantai saja. hehehe... Masalah seperti ini rentan timbul karena:

1. Kita tidak punya prioritas yang jelas antara mana pesan yang harus dipahami, ditanggapi, atau cukup sekedar kita baca sekilas lalu kita hapus karena isinya nggak lebih dari HOAX belaka.

2. Kita cenderung tidak segera melakukan apa yang diminta oleh pengirim pesan, sehingga kita menundanya. Menunda meskipun terhadap hal yang sangat sederhana dapat berakibat fatal. Terutama bagi orang orang yang memiliki kebiasaan untuk bersifat kurang disiplin (contohnya saya.. hahaha)

contoh :

sms : "Tolong kirimkan nama anda, alamat email dan nomor kartu identitas yang anda miliki, penting untuk pendaftaran seminar SUPER GENIUS MEMORY!! Segera, tempat terbatas"

Nah karena saat menerima SMS itu anda sedang tidak membawa dompet atau anda lagi asik melakukan hal lain, kita cenderung menunda hal itu dan memilih untuk meneruskan apa yang sedang asyik kita tekuni. Hal ini akan merugikan karena bisa-bisa kesempatan kita buat ikut seminar hilang hanya karena kita tidak segera menanggapi tawaran tersebut. Sangat disayangkan kan. Itu baru undangan seminar lho, gimana kalo yang sms nawarin calon istri idaman (agak ekstrim contohnya..hehehe)

Tips :

Tips sekedarnya buat masalah ini :

1.Biasakan untuk memprioritaskan berbagai pesan yang anda terima berdasarkan tingkat kepentinganya dan seberapa mendesak isi pesan tersebut.

2.Segera tanggapi pesan yang anda terima, jika memang isinya adalah suatu yang penting.

3.Bila anda orang yang pelupa dan kurang bertanggung jawab, cobalah untuk mengambil tanggung jawab yang berhubungan dengan meneruskan informasi di lingkungan anda. Misal jadi penanggung jawab jarkom di angkatan kuliah. Atau masuk ke bidang Humas dari sebuah kepanitiaan. Percayalah, terkadang kita perlu paksaan untuk berubah.

Lalu apa untungnya buat kita dengan cepat membalas pesan orang, apa baiknya buat kita? Menurut saya, dengan kita membiasakan untuk memperlakukan orang dengan baik, secara otomatis kita akan mendapatkan perlakuan yang sama ketika kita membutuhkan respon cepat dari orang yang kita hubungi. Jadi Insya Allah kita gak akan terkatung-katung menunggu jawaban dari orang yang kita butuhkan selama kita tidak melakukan hal serupa pada orang lain. Sebab bukankah sudah hukum alam bahwa yang menanam akan memetik ?

Semoga Bermanfaat bagi yang membaca, dan yang menulis.

Si Sanky, Fasilitas Baru Kos Kahfi

Waaahh, hari ini adalah hari dimana gw kembali menginjakkan kaki ke tanah perjuangan Depok. Setelah selama seminggu berlibur di Djombang. Nah seperti biasa saya naik Bima dari stasiun Djombang berangkat kemarin (Tanggal 22 Juli 2009) malem jam tuju. Setelah duduk sekitar 12 jam akhirnya sampai juga dah di stasiun Gambir. Bis itu naik Pakuwon Ekspress ke stasiun UI. Nah kebetulan pas pulang ini gw bawa barang yang cukup bwanywak jadilah ngojek (naik ojek bukan nyetir) dari stasiun UI ke Kahfi. Dan tentunya kalo pembaca adalah anak Kahfi sudah mahfum kalo jarak dari stasiun UI ke Kahfi adalah cukup jauh, intinya cukup buat bikin tukang ojek cemberut karena ngrasa bayaranya bakal kurang..hehehe...Namun hal itu gak terjadi prend, karena gw dengan nyadar diri (dan males ribut di tanah orang..hehe) memutuskan untuk membayar lebih. Urusan transport, berrreesssss......
Masuk dengan menenteng tas yang cukup besar huhhh capek juga, mana kamar gw paling belakang lagi makin capek dan maleslah. Kebetulan kamar gw paling pojok dan sebelum masuk kamar di sebelahnya dari jalan di jalan sebelum jalanan ke kamar gw (lah kok jadi mbulet, hehe, pokoknya gitu lahhhh) ekor mata gw menangkap ada sesosok benda asing berdiri di situ. Waw... dia angkuh, kuat dan mempesona... sekilas gw gak percaya dengan apa yang gw lihat (mulaiiii...berlebihan.. ahaha). Ternyata itu adalaaaaahhhh... Mesin Cuci Baruuuuuuuuuuuuuu. Untuk informasi sebelumnya telah ada 2 mesin cuci di kosan Kahfi ini. Tapi kali ini tiga man! Tigaaaa!!! Ahahahaha... seneng juga rasanya.
Abis gw liat-liat gw langsung mencari-cari nama untuk benda ini, karena udah kebiasaan gw buat menamain apapun yang dekat dengan gw. Ahaha meskipun itu bukan punya gw. Akhirnya gw namain tuh mesin cuci baru dengan mana Sanky!!!!! (Sank*n Pinky). Sank*n itu mereknya prend. Jadilah benda itu gw namain Sanky. Karena emang ada corak-corak pink di bagian penutup mesin cuci ini. Ehehehehehe.
Penasaran dengan seberapa gantengnya mesin cuci itu? nih potonya:



Sanky si mesin cuci baru Kahfi.. hehehehe


Bis itu langsung gw coba, dan Alhamdulilllah, sejauh percobaan pertama benda ini bekerja dengan baik. Makin nyaman aja Kos Kahfi ini, buat anak anak UI yang nyari kosan yang Kondusif, nyaman buat blajar, asri dan bisa membantu pembesaran betis. Kahfi bisa jadi pilihan. hehehehehehe.. Udah gitu banyak kegiatan bermanfaatnya lho prend.