Singkat (sekali)
tentang Supply Chain Management
Ilustrasi Supply Chain (sumber: link)
Untuk sharing kali ini, gua
memilih cerita sedikit tentang SCM, kenapa? Karena menurut gua tema ini penting
buat semua kalangan, baik itu mahasiswa, praktisi, akademisi bahkan
wirausahawan/wati. Perencanaan dan pelaksanaan SCM di suatu perusahaan itu
memegang peranan yang sangat besar terhadap performa perusahaan. Di beberapa industri
beresiko tinggi, kegagalan pemenuhan proyek gara gara perencanaan SCM yang
kacau bisa berujung pada gagalnya sebuah mega proyek atau bahkan tutupnya
sebuah perusahaan karena nggak sanggup menghasilkan barang dengan harga yang
kompetitif karena besarnya biaya yang keluar di proses supply chain nya.
Jadi apa itu Supply Chain
Management?
Ilustrasi
Supply Chain (Sumber: John Meredith Smith/Logistic and Out-Bond Supply
Chain/Penton Press, 2002)
Secara umum, supply chain dapat
diartikan sebagai rantai pasok dari sebuah barang mulai dari berupa bahan
mentah, sampai sampai ke tangan konsumen, dan kembali ke produsen dalam bentuk
imbal balik (feedback)
Ada tiga aliran utama dalam
sebuah system supply chain yang umumnya jadi perhatian:
- Aliran
Barang
- Aliran
Uang
- Aliran
Informasi
Dimana ketiga aliran ini harus
dijaga agar supply chain yang kita miliki tetap efektif dan efisien.
Seberapa besar kontribusi supply chain cost terhadap harga suatu
barang?
Kontribusi biaya supply chain dalam pengadaan suatu
barang atau jasa pada umumnya mengambil porsi hingga 60%. Maka peningkatan
efisiensi supply chain dapat berdampak besar terhadap peningkatan keuntungan
perusahaan.
Bagaimana Pemetaan Aktivitas pada Supply
Chain Management?
Karena perbedaan pola kerja,
tantangan dan parameter kesuksesan, biasanya sebuah peta supply chain dalam
sebuah perusahaan dibedakan menjadi empat bagian.
Pemetaan Aktivitas Supply Chain
Biasanya aktivitas supply chain
di sebuah perusahaan dibagi jadi empat bagian:
- Plan:
Proses perencanaan disain supply chain dari sebuah produk, termasuk di dalamnya
penentuan dan peramalan volume produksi.
- Source:
Proses pendapatan bahan baku, sampai dia sampai di gudang bahan baku. Mulai
dari menghubungi supplier sampai deal dan memastikan barang tiba tepat waktu.
- Make:
Proses dari mulai barang keluar dari gudang bahan baku, difabrikasi sampai
masuk ke gudang barang jadi.
- Deliver:
Proses dimana barang dialirkan dari gudang barang jadi sampai ke tangan
konsumen
Tantangan di tiap bagian ini
terntu berbeda, sehingga strategi yang diterapkan di tiap bagian juga berbeda.
Bahkan parameter kesuksesan di tiap bagian bisa jadi bertolak belakang,
semisal, di bagian deliver tentu akan lebih ekonomis jika barang yang dikirim
benar benar sesuai dengan apa yang konsumen minta, namun fluktuasi ini tentu
akan tidak ekonomis jika ditinjau dari sudut pandang proses make. Demikian yang
biasa ditemui dalam operasional sebuah perusahaan.
Apa hubungan antara supply chain,
strategi operasi dan business goal?
Untuk menjawab pertanyaan di
atas, gua menemukan sebuah diagram yang cukup baik dari buku Gower Handbook of
Supply Chain Management
Dari diagram diatas dapat dilihat
bagaimana hubungan antara business goal, strategi bisnis, hingga pada perumusan
visi dan kapasitas supply chain.
Apa parameter kesuksesan dari sebuah supply chain management system?
Dari berbagai parameter yang
rumit untuk setiap kelompok aktivitas supply chain, dapat diringkaas bahwa
supply chain yang baik akan sanggup menghadirkan barang:
- Pada tempat yang benar
- Di waktu yang tepat
- Dengan jumlah yang tepat
- Dalam keadaan yang prima
- Dengan biaya paling rendah
Sekian sedikit tentang supply
chain management, mengingat karakteristiknya yang akan sangat beragam sesuai
dengan industri masing masing, serta pendekatan optimalisasi yang sangat beragam
pada setiap aktivitasnya semoga uraian singkat ini dapat memicu teman teman
untuk menggali lebih dalam tentang supply chain management. Thanks!!