Siang ini saya lagi berniat buat ngedonlod beberapa slide materi yang bakal diujikan dalam rangkaian beberapa kuis minggu depan. Jadilah siang ini nangkring di Lobi buat ngenet. Ditemani anjing-anjing teknik yang tidur males-malesan di lantai lobi yang dingin. Hmmmm sebelum saya duduk dan ngeluarin Laptop, saya keingen sms dari Maman (ketua BEM FT UI 2010) yang bilang kalau SK Rektor UI tentang UP BOP udah dipajang di mading BEM FT. Tergerak ingin tahu, saya pun mengurungkan niat buat ngenet dan mutusin buat ngeliat dulu seperti apa bunyi SK ini.
Hmmmm... ternyata di Mading ini emang sudah tertempel sekelumit tentang SK tersebut, tapi dari yang saya baca (atau mungkin saya kurang teliti) yang tercantum di situ cuman lampiran-lampiran saja. Yang isinya adalah besaran yang harus dibayar oleh mahasiswa baru 2010. Hmmmmm....NGebaca lampiranya memang belum cukup untuk menggambarkan isi keseluruhan dari Surat Keputusan tersebut. Namun jika benar yang tertulis dalam narasi di Mading itu, bahwa BOP sekarang menjadi sistem keringanan bukan sistem pembayaran maka ini sebuah keputusan yang ironis dari pihak birokrat. Tidakkah mereka melihat masih banyak celah dari sistem yang lama?? Mengapa mengambil keputusan begitu Beresiko?? yang dipertaruhkan bukan main-main. Hak warga negara untuk mendapatkan pendidikan.
Mungkin pembaca bertanya, apa bedanya sistem keringanan dan sistem pembayaran??
Sistem Pembayaran : Secara makna maka seluruh mahasiswa diwajibkan mengumpulkan berkas, untuk kemudian dilihat berapa besaran yang cocok dengan kemampuan ekonomi mahasiswa. Apabila si mahasiswa menolak memenuhi berkas barulah dia terkena sanksi, yaitu bayar penuh.
Sistem Keringanan : (Secara gampang bahasanya jadi seperti ini), Si mahasiswa diminta bayar penuh (Flat, Rata, Sama) kalo nggak mampu, yaaa boleh laaah dicicil,, gak mampu juga?? baru lah anda minta keringanan.
Dua sistem ini jelas memberikan dampak yang berbeda terhadap mahasiswa...Sebab dengan sistem pembayaran maka seolah-olah default system nya mengharuskan kita membayar dengan besaran tertentu. Ini jelas akan mempengaruhi input mahasiswa yang akan mendaftar menjadi mahasiswa baru di Universitas Indonesia. Universitas yang konon merupakan salah satu yang terbaik di negeri ini. Universitas yang menyandang nama negara..
Besok, Senin 1 Maret 2010 jam 16.00 akan dilakukan diskusi lebih lanjut tentang SK UP-BOP ini dengan menghadirkan MWA UI unsur mahasiswa (Bhakti), Ketua BEM UI, Ketua BEM beberapa Fakultas, dan sumber sumber lain. Saya mengundang siapapun yang PEDULI untuk turut hadir di Kantek / R.BEM FT pada waktu tersebut.
Semoga Mahasiswa UI bisa bersikap taktis dalam menyikapi isu ini, karena sungguh kali ini bukan hal main main yang dipertaruhkan.
Jika ada yang salah dengan tulisan saya, monggo dikoreksi.
Semoga UI selalu menjadi kampus Rakyat.
Sunday, February 28, 2010
Monday, February 22, 2010
SPWI 2010
Hmmmmm hari Sabtu 20 Februari 2010 kemarin dilaksanakan salah satu Program Kerja IMTI 2010 yang cukup besar (karena merupakan proker turunan). Ada yang tahuuu??? Heheh yap benar sekali itu adalah Seminar Pengembangan Wawasan Industri 2010. Acara yang berbentuk seminar ini memiliki tujuan untuk meningkatkan wawasan peserta seminar tentang dunia Industri.
SPWI 2010 ini menurut saya, merupakan SPWI yang cukup berani. Karena di penyelenggaraannya yang ke-11 ini panitia materi (saya termasuk di dalamnya lhow..hehe) berani mengambil sebuah keputusan yang cukup beresiko dengan mengambil tema yang kurang familiar di lingkungan Teknik Industri. Tema tersebut memang masih mengandung keterkaitan dengan SPWI 2009 yang mengangkat tema " Empowering Indonesian Industry " Namun tema kali ini (SPWI 2010) lebih spesifik dengan mencantumkan tema khusus "Optimizing Television Industri". Tema yang riskan bukan?? Hehe bukanya membahas tentang manufaktur yang biasa dibahas oleh seminar Teknik Industri, kami secara Liar memilih tema yang cukup berbeda.
Saya sendiri sebelum terpilih menjadi ketua IMTI 2010. Adalah anggota dari tim materi SPWI yang turut serta dalam menggodok dan akhirnya melahirkan tema final ini. Pengambilan tema ini pun bukanya tanpa alasan. Kami (Tim Materi SPWI yang dinahkodai oleh Stefan Darmansyah) berpikir bahwa tema ini sangat menantang, karena sesuai dengan arahan dari Memperindag pada tahun 2009 yang menyatakan bahwa Industri Kreatif harus digalakkan dan diusahakan menjadi tulang punggung sektor Industri Indonesia di masa depan, sebab konon sebagai ras Bangsa Asia kita memang diberikan anugrah berupa kelebihan dalam hal kreativitas, imajinasi dan hal-hal yang berhubungan dengan otak kanan. Oleh sebab itu Industri Kreatif yang bahan bakunya sebagian besar adalah IDE sangat pas untuk dijadikan Industri unggulan oleh Bangsa ini.
Singkat kata, setelah otak-atik sana sini, gojek kanan gojek kiri, ditolak pembicara sana sini. Dan Akhirnyaaaaa,,, Fix juga pembicara dan moderator untuk SPWI 2010 ini. Berikut susunan fixnya....
Daftar Pembicara, Topik, dan Moderator – SPWI 2010
Sesi 1 – Eksplorasi Industri Televisi Indonesia
Moderator : Hardijanto Suroso (SCTV)
• Mendesain Sebuah Industri Televisi
Pembicara : Ishadi S.K.
Komisaris – PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV)
• Memahami Operasional dalam Industri Televisi
Pembicara : Harsiwi Achmad
Direktur Program – PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI)
Sesi 2 – Optimalisasi Industri Pertelevisian Indonesia
Moderator : Prof. Dr. Ir. H. Teuku Yuri M. Zagloel, M.Eng.Sc. (FT UI)
• Mengenali Ilmu Optimalisasi dalam Industri Pertelevisian
Pembicara : Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, DEA
Guru Besar Madya dalam Ilmu Teknik Industri – Universitas Trisakti
• Aplikasi Optimalisasi dalam Industri Pertelevisian
Pembicara : Alex Kumara
Ketua Komisi Teknik – Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI)
Sesi 3 – Kontribusi Industri Pertelevisian Indonesia
Moderator : Aiman Witjaksono (RCTI)
• Kontribusi Industri Televisi bagi Perusahaan Pengguna Iklan Televisi
Pembicara : Bahrun Afriansyah
Senior Brand Manager – PT Unilever, Tbk.
• Pengaruh Industri Televisi bagi Pengembangan Masyarakat Madani
Pembicara : Effendi Ghazali, Ph.D., MPS ID
Dosen S2 Ilmu Komunikasi Politik – Universitas Indonesia
• Kontribusi Industri Televisi Berbayar bagi Pengembangan Wawasan Masyarakat
Pembicara : Handhi S. Kentjono
Wakil Direktur Utama – PT MNC Sky Vision (Indovision)
Sabtu, 20 Februari 2010 / Kirana Ballroom Hotel Kartika Chandra
Acara berlangsung dengan cukup lancar meskipun diwarnai dengan kesalahan teknis di sana sini. Sesi awal yang berlangsung cukup seru karena memberikan pandangan yang cukup komperhensif dari tataran seorang Komisaris Trans TV ( Bapak Ishadi) hingga pandangan yang cukup ditail dan sarat data dari seorang Direktur Program dari RCTI (Ibu Harsiwi) membuat sesi ini sangat tepat menyandang kata "Eksporasi" dalam judul sesinya.
Sesi kedua berjalan dengan cukup serius karena terdapat paparan yang memang agak berat dari Prof Dadan Daihani (Guru Besar Teknik Industri Univ Trisakti) dan Bapak Alex Kumara (Ketua Komisi Teknik ATVSI) keduanya memberikan gambaran yang jelas tentang bagian-bagian mana dari Industri Pertelevisian yang dapat dan yang belum bisa dioptimalisasi (beberapa usaha optimalisasi ternyata tidak selalu memberikan hasil yang sejalan)
Sesi terakhir ditutup dengan sesi yang sangat interaktif, perpaduan antara Bapak Handy yang menjelaskan keuntungan TV Berbayar, Bang Bahrun yang memberikan gambaran tentang bagaimana seorang marketer memandang Iklan dan efektivitasnya serta paparan Bapak Efendy Ghazali tentang kontribusi media dalam membentuk masyarakat madani diramu dengan kocak dan atraktif oleh Aiman Wicaksono yang telah mapan secara jam terbang memoderatori seminar-seminar besar.
Dari segi pelaksanaan saya kira SPWI 2010 telah sukses memenuhi apa yang dijanjikan oleh judul seminar itu. Yaitu memperluas wawasan peserta tentang Industri Pertelevisian. Meski masih jauh dari Sempurna namun saya rasa apa yang telah kami berikan telah cukup optimal. Semoga IMTI melalui program kerja SPWI 2010 dapat menjadi bagian dari kepingan yang menyusun mozaik kejayaan Industri Pertelevisian Indonesia.. Amiiinnn
(Terimakasih untuk selurh panitia SPWI 2010 yang telah bekerja keras dalam pembuatan seminar ini, Seluruh Sponsor yang telah mensuport acara ini, Departmen dan Warga TI UI yang telah sangat mendukung dan semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini)
Semoga SPWI 2011 lebih dahsyaaaatttt....Amiiiin.....
SPWI 2010 ini menurut saya, merupakan SPWI yang cukup berani. Karena di penyelenggaraannya yang ke-11 ini panitia materi (saya termasuk di dalamnya lhow..hehe) berani mengambil sebuah keputusan yang cukup beresiko dengan mengambil tema yang kurang familiar di lingkungan Teknik Industri. Tema tersebut memang masih mengandung keterkaitan dengan SPWI 2009 yang mengangkat tema " Empowering Indonesian Industry " Namun tema kali ini (SPWI 2010) lebih spesifik dengan mencantumkan tema khusus "Optimizing Television Industri". Tema yang riskan bukan?? Hehe bukanya membahas tentang manufaktur yang biasa dibahas oleh seminar Teknik Industri, kami secara Liar memilih tema yang cukup berbeda.
Saya sendiri sebelum terpilih menjadi ketua IMTI 2010. Adalah anggota dari tim materi SPWI yang turut serta dalam menggodok dan akhirnya melahirkan tema final ini. Pengambilan tema ini pun bukanya tanpa alasan. Kami (Tim Materi SPWI yang dinahkodai oleh Stefan Darmansyah) berpikir bahwa tema ini sangat menantang, karena sesuai dengan arahan dari Memperindag pada tahun 2009 yang menyatakan bahwa Industri Kreatif harus digalakkan dan diusahakan menjadi tulang punggung sektor Industri Indonesia di masa depan, sebab konon sebagai ras Bangsa Asia kita memang diberikan anugrah berupa kelebihan dalam hal kreativitas, imajinasi dan hal-hal yang berhubungan dengan otak kanan. Oleh sebab itu Industri Kreatif yang bahan bakunya sebagian besar adalah IDE sangat pas untuk dijadikan Industri unggulan oleh Bangsa ini.
Singkat kata, setelah otak-atik sana sini, gojek kanan gojek kiri, ditolak pembicara sana sini. Dan Akhirnyaaaaa,,, Fix juga pembicara dan moderator untuk SPWI 2010 ini. Berikut susunan fixnya....
Daftar Pembicara, Topik, dan Moderator – SPWI 2010
Sesi 1 – Eksplorasi Industri Televisi Indonesia
Moderator : Hardijanto Suroso (SCTV)
• Mendesain Sebuah Industri Televisi
Pembicara : Ishadi S.K.
Komisaris – PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV)
• Memahami Operasional dalam Industri Televisi
Pembicara : Harsiwi Achmad
Direktur Program – PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI)
Sesi 2 – Optimalisasi Industri Pertelevisian Indonesia
Moderator : Prof. Dr. Ir. H. Teuku Yuri M. Zagloel, M.Eng.Sc. (FT UI)
• Mengenali Ilmu Optimalisasi dalam Industri Pertelevisian
Pembicara : Prof. Dr. Ir. Dadan Umar Daihani, DEA
Guru Besar Madya dalam Ilmu Teknik Industri – Universitas Trisakti
• Aplikasi Optimalisasi dalam Industri Pertelevisian
Pembicara : Alex Kumara
Ketua Komisi Teknik – Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI)
Sesi 3 – Kontribusi Industri Pertelevisian Indonesia
Moderator : Aiman Witjaksono (RCTI)
• Kontribusi Industri Televisi bagi Perusahaan Pengguna Iklan Televisi
Pembicara : Bahrun Afriansyah
Senior Brand Manager – PT Unilever, Tbk.
• Pengaruh Industri Televisi bagi Pengembangan Masyarakat Madani
Pembicara : Effendi Ghazali, Ph.D., MPS ID
Dosen S2 Ilmu Komunikasi Politik – Universitas Indonesia
• Kontribusi Industri Televisi Berbayar bagi Pengembangan Wawasan Masyarakat
Pembicara : Handhi S. Kentjono
Wakil Direktur Utama – PT MNC Sky Vision (Indovision)
Sabtu, 20 Februari 2010 / Kirana Ballroom Hotel Kartika Chandra
Acara berlangsung dengan cukup lancar meskipun diwarnai dengan kesalahan teknis di sana sini. Sesi awal yang berlangsung cukup seru karena memberikan pandangan yang cukup komperhensif dari tataran seorang Komisaris Trans TV ( Bapak Ishadi) hingga pandangan yang cukup ditail dan sarat data dari seorang Direktur Program dari RCTI (Ibu Harsiwi) membuat sesi ini sangat tepat menyandang kata "Eksporasi" dalam judul sesinya.
Sesi kedua berjalan dengan cukup serius karena terdapat paparan yang memang agak berat dari Prof Dadan Daihani (Guru Besar Teknik Industri Univ Trisakti) dan Bapak Alex Kumara (Ketua Komisi Teknik ATVSI) keduanya memberikan gambaran yang jelas tentang bagian-bagian mana dari Industri Pertelevisian yang dapat dan yang belum bisa dioptimalisasi (beberapa usaha optimalisasi ternyata tidak selalu memberikan hasil yang sejalan)
Sesi terakhir ditutup dengan sesi yang sangat interaktif, perpaduan antara Bapak Handy yang menjelaskan keuntungan TV Berbayar, Bang Bahrun yang memberikan gambaran tentang bagaimana seorang marketer memandang Iklan dan efektivitasnya serta paparan Bapak Efendy Ghazali tentang kontribusi media dalam membentuk masyarakat madani diramu dengan kocak dan atraktif oleh Aiman Wicaksono yang telah mapan secara jam terbang memoderatori seminar-seminar besar.
Dari segi pelaksanaan saya kira SPWI 2010 telah sukses memenuhi apa yang dijanjikan oleh judul seminar itu. Yaitu memperluas wawasan peserta tentang Industri Pertelevisian. Meski masih jauh dari Sempurna namun saya rasa apa yang telah kami berikan telah cukup optimal. Semoga IMTI melalui program kerja SPWI 2010 dapat menjadi bagian dari kepingan yang menyusun mozaik kejayaan Industri Pertelevisian Indonesia.. Amiiinnn
(Terimakasih untuk selurh panitia SPWI 2010 yang telah bekerja keras dalam pembuatan seminar ini, Seluruh Sponsor yang telah mensuport acara ini, Departmen dan Warga TI UI yang telah sangat mendukung dan semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini)
Semoga SPWI 2011 lebih dahsyaaaatttt....Amiiiin.....
Subscribe to:
Posts (Atom)