Monday, July 11, 2011
Di Suatu Negeri
Monday, July 4, 2011
Mengomtimalkan Industri Kreatif Tanah Air
Sejak diperkenalkan secara nasional pada tahun 2005, industri kreatif di Indonesia mulai mendapatkan tempat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini terbukti dengan banyaknya usaha dalam bidang industri kreatif yang dibesut oleh putra-putri bangsa yang berhasil bertahan di pasar dalam negeri bahkan eksis hingga ke mancanegara. Hal ini membuktikan bahwa potensi kita di dunia sangat besar. Bidang industri yang mencakup periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, disain, video film dan fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan percetakan, layanan computer dan piranti lunak, serta industri media ini telah banyak menyerap tenaga kerja dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pendapatan nasional Indonesia.
Industri kreatif sebagai keunggulan bangsa Indonesia
Industri kreatif adalah sektor-sektor produksi barang maupun jasa yang menjadikan modal intelektual, bakat, kreatifitas dan kebudayaan sebagai bahan bakar utamanya. Maka tak heran bangsa Indonesia mempunyai initial capital yang unggul dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Besarnya tingkat keragaman budaya yang ada di Indonesia rasanya telah diakui oleh siapapun di dunia ini, ini sekaligus menjadi bukti mutlak bahwa kreatifitas bangsa Indonesia telah diwariskan sejak jama nenek moyang kita.
Maka, daripada mencari arah perkembangan Industri baru atau sekedar mengikuti trend dunia, seharusnya kita memberikan apresiasi yang lebih atas modal yang telah kita miliki. Hal ini dapat diwujudkan dengan lebih menempatkan industri kreatif sebagai ujung tombak bagi perkembangan industri nasional. Di Indonesia kesenian telah menjadi bagian dari terbentuknya Indonesia sebagai sebuah bangsa, keberanian pemerintah untuk mengedepankan industri kreatif sebagai ujung tombak industri nasional bukan hanya memberikan pengaruh positif dalam hal neraca anggaran namun juga sekaligus memupus permasalahan hilangnya identitas bangsa yang kini semakin mengancam.
Strategi pengoptimalan pasar
Industri kreatif domestik perlu didukung sepenuh hati oleh pemerintah agar dapat menjadi raja di negeri sendiri. Penguatan industri kreatif dalam negeri bukan hanya dapat menghasilkan keuntungan dari dalam negeri namun juga dapat memicu datangnya hujan devisa. Untuk dapat meraup untuk di sektor ini, pemerintah wajip menerapkan beberapa strategi yang akan memupuk pertumbuhan industri kreatif di Indonesia yang pada 2014 ditargetkan mencapai 8,9 persen dari pendapatan nasional Indonesia dimana saat ini kontribusinya baru sekitar 7,6 persen.
Pemerintah dapat mempercepat pertumbuhan industri kreatif di Indonesia dengan memberlakukan program nasional Indonesia kreatif. Secara teknis di lapangan dalam program ini diberikan kemudahan-kemudahan bagi para pelaku industri kreatif untuk mengembangkan usahanya seperti kemudahan dalam pinjaman lunak, penurunan nilai pajak, mempermudah proses pencatatan hak kekayaan intelektual Sehingga para pengusaha dapat lebih leluasa dalam melebarkan sayap usahanya.
Kurang berpihaknya iklim perbankan Indonesia sebagai sumber pendanaan utama industri di Indonesia terhadap sektor industri kreatif juga membuat banyaknya pelaku industri kreatif dalam negeri yang memutuskan untuk berkarir di luar negeri. Hal ini tentu menjadi kehilangan yang sangat besar bagi bangsa Indonesia dimana potensi-potensi terbaiknya justru dinikmati hasil kerjanya oleh negara-negara lain. Padahal jika mereka diberikan kesempatan, karya-karya yang mereka hasilkan tidak kalah kualitasnya jika dibandingkan dengan produsen asing. Dengan kualitas yang bersaing tentu mereka dapat menguasai pasar tanah air, sebab secara alamiah mereka tentu lebih mengenal selera, dan animo dan karakter pasar dalam negeri.
Dukungan lain dapat berupa pembangunan infrastruktur yang menunjang tumbuh kembang industri kreatif, seperti investasi pembangunan venue untuk kepentingan konser, pementasan dan panggung hiburan yang memenuhi standar internasional. Sehingga dapat mengakomodir para seniman-seniman dan perajin yang bergerak dalam industri kreatif untuk memperoleh panggung yang layak dalam mementaskan kreatifitasnya. Saat ini venue-venue seperti ini baru terpusat di kota kota besar, itupun jumlahnya sangat sedikit yang dapat memenuhi standar internasional.
Pemberlakukan regulasi yang tegas terhadap pemberantasan pembajakan juga menjadi kunci pokok dalam menjamurnya industri kreatif. Dengan regulasi yang baik masyarakat kreatif dapat menghidupi dirinya secara layak dan kualitas hidup mereka akan meningkat. Dengan demikian karya kreatif yang dihasilkan pun akan semakin berkualitas yang pada akhirnya akan menarik hati pasar dalam negeri dalam mengkonsumsi produk industri kreatif dalam negeri.
Promosi yang selama ini menjadi kelemahan bagi industri kreatif yang baru berkembang pun menjadi sektor yang harus dipermak habis-habisan oleh pemerintah. Industri kreatif dalam negeri pun harus dijadikan primadona di negeri sendiri, diangkat sehingga potensi yang selama ini tersembunyi dapat dioptimalkan, potensi pariwisata kita misalnya, sering kurang terpromosikan keindahanya sehingga banyak wisatawan domestik yang lebih memilih berwisata keluar negeri padahal di dalam negeri keindahan alam dan potensi pariwisata lainnya tak kalah memukau.
Industri kreatif sejatinya adalah peluang bagi Indonesia untuk bangkit, dengan modal yang relatif kecil industri ini memiliki nilai potensi yang sangat luar biasa. Indonesia dengan 240 juta penduduknya tentu merupakan pasar yang besar dan menjanjikan. Dukungan pemerintah secara serius dalam memenangkan pasar industri kreatif dalam negeri berpotensi besar menghasilkan keuntungan yang luar biasa bahkan sanggup menjadi tambang devisa yang dapat meningkatkan daya saing bangsa di mata dunia internasional.
NB : Ini ditulis buat dikirim ke opini Seputar-Indonesia tapi belum tau deh bakal dimuat disana apa nggak. :D
I am amazed by the way they fight for their dreams
This afternoon while I was waiting for my manager called me for early report for my internship program. I browse some cool websites to kill my time. Once I opened MIT website and interested to read about how people with limited financial support could passed MIT test and run their study there.
Then I read some of their profile, some of them are coming from a really poor family. Even one of them comes from the full conflict country, Palestine. Reading their story about how they got in MIT makes me feel like a coward.
I came from a better family, growing up in full financial support. Some of them are coming from broken home family, unstable country but they can proof that destiny is too valuable to give up for. And now they can enjoy learning what they love at the best Technological Institute in the world. Of course that also offers them limitless opportunity to learn from the best lecturers and a worldwide professional network.
Reading those stories, I realize one fact. That life is too short to stay comfort, life is too big to be usual, and life without danger is not a real life. Viverse pericoloso.
Sunday, July 3, 2011
Pagi yang Letih
Dalam Sebuah Tanya
Kajian, Emang Perlu?
Saturday, July 2, 2011
Finally I found what I want most to be
Honestly, my three years study in University of Indonesia wasn't well prepared. I always do anything as a last minutes (or sometimes seconds) action. That's why most of my work didn't show my best. And now, in my last one year, I think i found what i want most.
To be a Professional Consultant

