Sunday, April 11, 2010

Menyikapi Organisasi Ekstra Kampus

Haha, kemarin siang saya dapet SMS buat dateng rapat lembaga terkait sikap lembaga FT terhadap FAM UI (Front Aksi Mahasiswa UI) yang belakangan aksinya membawa nama UI dan dinilai sekali lagi dinilai oleh sebagian pihak mencoreng nama UI. Saya jadi kepikiran sendiri, buat apa hal ini dirapatin?? Buat apa ngerapatin sikap IKM FT terhadap organisasi ekstra kampus? Padahal ini sudah jelas-jelas, dalam IKM FT UI tidak ada dan tidak boleh ada keterlibatan organisasi ekstra kampus. Jadi jelas kan cukup satu kata, TOLAK!!!!

Yang saya khawatirkan adalah munculnya sikap-sikap yang mendeskriditkan FAM, bukan apa-apa. Tapi saya khawatir sikap ini jadi tidak berimbang. Sebagai mahasiswa yang mendengung-dengungkan kebebasan berpendapat mestinya kita memasang pola pikir 'case to case' terhadap apapun yang dibawa oleh sebuah lembaga atau organisasi atau lembaga. Bukan 'organitation to organitation'. Maksudnya? Maksudnya begini, kalau memang FAM bikin kesalahan ya kita katakan sikap dia, atau apa yang dia bawa tidak kita setujui. Namun hal itu tidak boleh membuat kita serta-merta melihat FAM sebagai organisasi yang jelek melulu.

Mungkin sekilas anda akan mengira saya pendukung FAM, tapi bukan saya juga kurang simpatis terhadap bentuk gerakan mereka. Namun saya ingin menekankan bahwa kalau kita tidak setuju dengan sebuah kajian, ya lawan dengan kajian. Kalau kita tidak setuju dengan aksi, ya lawan dengan aksi. Jangan pernah, JANGAN PERNAH, melawan kajian atau gerakan dengan kooptasi. Bila itu yang kita lakukan maka kita telah menjadi Tiran di Bumi Kampus kita sendiri. Kalau memang ada Forma yang membahas tentang FAM maka saya menyarankan dan seharusnya ada Forum-Forum yang membahas tentang organisasi ekstra kampus yang lain.


Saran : Mari kita lakukan diskusi terbuka, melibatkan semua pihak dan dimoderatori oleh pihak netral. (Lha terus apa gunanya UI Summit?? :p)

Salam....

Dwiki Drajat Gumilar
HP : 085649437798

"Dalam kehidupan politik kampus, Lembaga Formal Mahasiswa dituntut untuk bersikap netral dan Objektif. Menyikapi Organisasi Ekstra Kampus, Janganlah lembaga menjadi pelindung dan pendukung organisasi tertentu tapi menjadi Inhibitor dari yang lain."

-Dwiki Drajat Gumilar-