Saturday, April 26, 2014

Soal Parameter Kesuksesan Dakwah

Siang ini saya nemu paragraf yang manis sekali, dari buku "Membumikan Al Qur'an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat" karya salah satu intelektual Muslim terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia. Prof. Quraish Shihab. Paragraf ini tentang parameter kesuksesan Dakwah. Begini bunyinya:

"Sukses-tidaknya suatu dakwah bukanlah diukur lewat gelak tawa atau tepuk riuh pendengarnya, bukan pula dengan ratap tangis mereka. Sukses tersebut diukur lewat, antara lain, pada bekas (atsar) yang ditinggalkan dalam benak pendengarnya ataupun kesan yang terdapat dalam jiwa, yang kemudian tercermin dalam tingkah laku mereka. Untuk mencapai sasaran tersebut, tentunya semua unsur dakwah harus mendapat perhatian dari da'i."

Saya sangat setuju dengan pernyataan Prof. Quraish dalam paragraf diatas, dan bila mau kita kaitkan dengan kondisi umat Muslim di Indonesia pada hari hari ini, bila kita lihat dari cerminan tingkah laku mereka, mungkin ini adalah gambaran tentang betapa da'i da'i kita masih menitik beratkan pada hal hal yang sifatnya meriah secara seremonial. Betapa sering saya temukan dalam keseharian bentuk bentuk dakwah yang jenaka, atau penuh air mata, tapi setelah itu lewat saja, tidak berbekas dalam hati. Semoga ini menjadi perhatian dan poin evaluasi bagi seluruh Muslim Indonesia. Karena hakikatnya setiap kita adalah Da'i :)))

Thursday, April 24, 2014

Soal Kafir



“Apabila seorang muslim menyatakan satu pendapat yang kalau dilihat dari seratus sisi tampak kufur, tapi ada satu sisi saja yang terlihat masih dalam iman, maka orang tersebut tidak bisa dicap sebagai kafir.”


-Muhammad Abduh-


Sumber: http://islami.co/hukum/217/3/sesat-itu-tidak-gampang.html#sthash.dhlx1mXo.dpuf