Thursday, December 19, 2013

Pemuda dan Hidup Bangsanya

"Hidup pemuda Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hidup bangsanya yang menderita dan berharap. Itulah nalurinya yang memanggil manggil, dialah jiwanya yang bernyala nyala mendobrak pintu hari depannya"

-Bung Hatta/Dalam Pembelaannya di Belanda 1927-




Monday, December 16, 2013

Apakah akan Kita Biarkan Orang Orang ini Tetap Gagah?



"Mereka berebut kuasa, mereka menenteng senjata, mereka menembak rakyat, tapi kemudian bersembunyi dibalik ketek kekuasaan. Apakah kita biarkan orang orang seperti ini tetap gagah? Saya kira tidak, mereka gagal untuk gagah, mereka hanya ada dibaju, tetapi dalam hukum mereka adalah sesuatu kehinaan!"


-Munir, pada sebuah orasi tahun 2004, sebulan sebelum dilenyapkan-


Saturday, November 30, 2013

Mengapa Anies Baswedan?


Teman: “Kenapa sih Dwik dukung Anies Baswedan?”
Saya: “Karena Anies Baswedan pantas didukung”



Seminggu kemarin, lebih dari sekali saya mendapatkan pertanyaan serupa diatas. Pertanyaan pertanyaan itu mendorong saya untuk menulis pandangan saya mengapa Anies Baswedan adalah sosok yang perlu didukung untuk maju dalam perhelatan politik Indonesia tahun 2014 nanti. Semoga sedikit yang saya tuliskan ini dapat membantu menjawab rasa ingin tahu teman teman yang mungkin, memiliki pertanyaan yang sama. Selamat membaca

Saya pertama kali melihat secara langsung Pak Anies Baswedan menyampaikan orasi pada sebuah seminar kepemimpinan pada tahun 2010. Dalam acara tersebut Pak Anies bicara tentang daya saing bangsa, terutama terkait dengan kualitas pendidikan dan peran yang dapat diambil oleh generasi muda dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa.

Jujur saja, tidak butuh waktu lama bagi saya untuk terkesan pada sosok beliau. Gaya penyampaian pendapat beliau yang terstruktur, logis, lugas dan disampaikan dalam bahasa yang sederhana membuat saya mengambil kesimpulan singkat saat itu. “Orang ini satu diantara sedikit tokoh yang paham apa yang pertama tama harus dibenahi dari bangsa ini.”

Sesudahnya, saya mencoba mencari tahu tentang Anies Baswedan. Dengan berjalannya waktu, beberapa alasan saya rasa cukup untuk mendukung Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia pada tahun 2014.

Sosok Inspiratif

Ketika banyak pihak menuding apatisme sebagai akar masalah dari keterpurukan yang selama ini menghiasi berbagai halaman kehidupan bangsa Indonesia, Anies Baswedan menolak berhenti disitu. Dia mencari lebih jauh dan percaya bahwa masih banyak elemen bangsa yang memiliki animo dan semangat yang tinggi untuk berkontribusi mengatasi permasalahan pelik bangsa Indonesia.

Ketika salah satu gerakan yang dia inisiasi diluncurkan, saya mengernyitkan dahi. Indonesia Mengajar, mengirim anak anak terbaik Indonesia ke pelosok pelosok republik, ke daerah daerah terpencil yang sinyal telekomunikasi malas mampir untuk selama satu tahun menginspirasi, mengajar dan mewakili kehadiran negara untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Siapa yang mau?

Faktanya saya salah, gerakan ini disambut penuh antusiasme oleh putra putri terbaik bangsa. Jumlahnya jauh melampaui kuota relawan yang sanggup diakomodir oleh tim Indonesia Mengajar sendiri, menjadikan Indonesia Mengajar sebagai salah satu gerakan sosial dengan tingkat kompetisi untuk bergabung paling kompetitif di Indonesia.

Bayangkan, bukan hanya bersedia, namun putra putri terbaik bangsa ini berlomba lomba untuk memberikan kontribusi terbaiknya. Dan tidak hanya berhenti disitu, semangat ini kemudian seperti virus yang menyebar luas menjangkiti anak anak muda untuk mulai memandang kontribusi terhadap bangsa ini memiliki banyak sekali pilihan selain diam, mengumpat dan mengeluh.

Dengan sambutan hangat atas beberapa gerakan lain yang diinisiasi oleh Anies Baswedan, seperti Indonesia Menyala, yang berfokus pada pendonasian buku buku untuk pendirian perpustakaan di pelosok Indonesia. Atau Kelas Inspirasi dimana ribuan orang dengan berbagai latar belakang diajak untuk selama sehari mengajar di sekolah Sekolah Dasar untuk bersama berbagi inspirasi dan menyelami langsung permasalahan pendidikan kita.  Menunjukkan bahwa Anies Baswedan bukan hanya memiliki ide segar dan kreatif untuk mengajak kita peduli terhadap permasalahan bangsa, namun juga memiliki kemampuan untuk menginspirasi orang lain untuk turut bergerak dan berkontribusi nyata.

Kemampuan beliau untuk mengajak kita untuk peduli dan turun tangan langsung dalam mengatasi persoalan persoalan bangsa, tidak lain karena beliau adalah sosok yang inspiratif. Seseorang yang mampu menjadikan kegelisahan dirinya menjadi kegelisahan bersama. Seorang yang mampu, dengan kredibilitas dan integritas yang dia jaga dan rawat sejak lama, memancarkan semangat dan optimisme pada orang disekitarnya untuk bergerak menyelesaikan permasalahan yang sudah lama ada di sekitar kita.

Saya tidak sabar dan tidak mau diam menunggu semangat ini menjadi semangat nasional, yang menggetarkan setiap hati bangsa Indonesia, setiap detak jantung putra putrid terbaik bangsa, untuk terus berbuat yang terbaik ditengah carut marut permasalahan dan tingginya gelombang pesimisme. Maka saya memilih untuk turun tangan memperkenalkan sosok dan gagasan Anies Baswedan kepada masyarakat luas. Agar sosok inspiratif ini dikenal lebih banyak orang dan mendorong lebih banyak orang untuk bergerak.

Totalitas dan Prestasi dalam Rekam Jejaknya

Sekarang mari sedikit berimajinasi, bayangkan anda adalah seorang pelatih sepak bola, yang diminta untuk memilih seorang pemain untuk dijadikan target transfer untuk dimasukkan dalam tim anda dan dijadikan pemain andalan satu musim kedepan. Anda dihadapkan pada berbagai pilihan, untuk setiap pilihan ada harga yang harus dibayar, serta ada resiko yang akan dipertimbangkan. Apa yang pertama tama akan anda lakukan?

Saya tidak memiliki pengalaman sebagai pelatih sepak bola, apalagi dihadapkan pada permasalahan pelik seperti yang tertuang diatas. Namun jika harus dihadapkan pada permasalahan diatas, salah satu langkah yang akan saya ambil adalah memeriksa rekam jejak dari pemain pemain yang saya jadikan kelompok target untuk dipilih. Apakah rekam jejak yang baik adalah jaminan seseorang tidak melakukan kesalahan kedepannya? Tentu tidak. Namun setidaknya ini membantu kita untuk mengurangi ketidak pastian dari sebuah pilihan. Ini membantu kita untuk mendapatkan gambaran pilihan terbaik dari berbagai kemungkinan pilihan yang ada.

Mari kita simak sedikit tentang rekam jejak Anies Baswedan, (dapat diakses lengkap di: http://aniesbaswedan.com/biografi-anies-baswedan)

1985- Anies Baswedan melalui pelatihan kepemimpinan bersama 300 ketua OSIS Se-Indonesia dipilih menjadi Ketua OSIS Se-Indonesia.

1987- Anies Baswedan terpilih menjadi peserta AFS, program pertukaran pelajar siswa Indonesia-Amerika. Selama satu tahun Anies tinggal di Mlwakuee, Wisconsin, Amerika Serikat.

1992- Terpilih menjadi Ketua Senat UGM. Anies memimpin senat UGM setelah organisasi kampus tersebut lama dibekukan oleh Orde Baru.

1993- Anies Baswedan mengikuti program musim panas di Sophia University, Jepang. Beasiswa oleh Japan Airlines Scholarship atau JAL Foundation.

1997- Mendapatkan beasiswa untuk studi master dalam bidang International Security and Economic Policy di University of Maryland, College Park.

1998- Sewaktu menempuh studi master, Anies Baswedan dianugerahi William P. Cole III Fellowship dari School of Public Policy, University of Maryland. Di tahun ini pula dia dianugrahi ASEAN Student Awards Program dari USAID-USIA-NAFSA

1999- Anies melanjutkan studinya setelah mendapat beasiswa program doctoral dari Northern Illinois University. Disertasi beliau tentang “Otonomi Daerah dan Pola Demokrasi di Indonesia”.

2004- meraih Gerald S. Maryanov Fellow dari Norhern Illinois University. Beasiswa untuk mahasiswa dengan prestasi dan integritas dalam pengembangan ilmu politik.

2007- Anies Baswedan menjadi rector termuda di Indonesia (38 tahun) saat dipilih menjadi Rektor Universitas Paramadina. Beliau menggagas pengajaran anti korupsi dengan membuat mata kuliah wajib anti korupsi.

2008- Terpilih sebagai satu satunya figure dari Indonesia dan Asia Tenggara yang masuk dalam daftar 100 intelektual dunia versi Majalah Foreign Policy.

2009- Mendirikan Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar. Gerakan ini mengirimkan anak-anak muda terbaik bangsa untuk mengajar di Sekolah Dasar di daerah daerah terpencil di Indonesia. Gerakan ini memilliki visi selain untuk mengisi kekurangan guru berkualitas di daerah juga untuk mencetak pemimpin pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi global dan pemahaman akar rumput.

2010- Terpilih menjadi salah satu dari World’s 20 Future Figure dari Majalah Foresight. Yaitu 20 orang yang diprediksi akan mengubah dunia dalam dua puluh tahun yang akan datang.

2010- Ketika KPK diterpa kasus dugaan kriminalisasi dua pimpinannya, Bibid Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah. Anies Baswedan dipilih sebagai salah satu anggota Tim 8 untuk meneliti kasus tersebut.

2010- Royal Islamic Strategic Centre, Yordania menempatkan Anies Baswedan sebagai salah satu dari 500 orang yang tergolong sebagai Muslim berpengaruh.

2011- Menggerakkan ratusan orang dan institusi untuk membentuk perpustakaan di daerah daerah melalu gerakan Indonesia Menyala.

2012- Mengajak ribuan orang di berbagai orang untuk mengorganisir dan mengajar selama satu hari di Sekolah Dasar. Mengajak mereka untuk bersama menyelami kondisi pendidikan di lapanngan dan turun tangan langsung untuk ambil bagian menyelesaikannya. Gerakan keren ini dikenal dengan nama Kelas Inspirasi.

Dari rekam jejak diatas kita bisa ambil beberapa kesimpulan. Kontribusi Anies Baswedan memiliki pola sama yang berulang ulang. Ketika diberikan kesempatan, Anies Baswedan selalu menunjukkan prestasi manis. Anies Baswedan bukan hanya peka terhadap permasalahan yang ada disekitar kita, namun mampu mengajak orang banyak untuk tidak berhenti pada mencetuskan ide, melainkan  mengeksekusi ide kreatif tersebut kedalam bentuk gerakan nyata.

Maka saya rasa tidak belebihan jika akhirnya banyak orang yang secara suka rela, tanpa iming iming materi, bersedia mendukung Anies Baswedan untuk berkontribusi lebih besar bagi bangsa ini. Untuk menjadikan gagasan-gagasan dia menjadi gagasan besar yang bisa menjadi bahan bakar langkah besar bangsa Indonesia. Rekam jejak Anies Baswedan yang telah digoreskan dalam lembaran kontribusinya membuat orang yakin untuk mulai melipat lengan baju dan mulai turun tangan.

Memilih Pemimpin ibarat Memilih Jodoh

Ahad lalu, KH. A. Mustofa Bisri, pengasuh Pondok Pesatren Raudlatuh Tholibin, Rembang atau yang sering disapa Gus Mus melalui akun twitternya merangkai kata kata yang membuat saya tergelitik sekaligus mengangguk angguk dalam waktu yang sama. Kata Gus Mus “ Fatwa Ahad: Barangsiapa mencari isteri/suami yang sempurna tanpa cela, dia akan jomblo selamanya :) ”


Fakta bahwa jomblo mungkin telah menjadi permasalahan nasional sehingga tokoh sekaliber Gus Mus menyentil golongan ini dalam cuit nya tentu menarik untuk dibahas dilain kesempatan. Namun kita harus akui bahwa yang beliau sampaikan itu sangat masuk akal. Kita tidak akan mendapatkan pasangan yang sempurna tanpa cela, karena itu bukan fitrah manusia. Jika demikian adanya dengan jodoh, lalu bagaimana dengan pemimpin? Mungkinkah kita mendapatkan pemimpin yang sempurna tanpa cela?

Dalam hal ini pun saya berpendapat jika kita menunggu pemimpin yang sempurna tanpa cela, baik dari segi pribadi, kelompok yang mengusung, maupun mekanisme pencalonannya, maka kepemimpinan nasional kita akan senantiasa kering, sepi dan perih laksana perasaan hati seorang jomblo. Dan ekspektasi mendapatkan pemimpin yang sempurna tanpa cela juga pupuk mujarab bagi apatisme. Karena tidak ada yang sempurna tanpa cela, maka saya tidak memilih. Ini berbahaya menurut saya, kita semua tentu patah hati, pernah kecewa namun itu bukan alasan untuk berhenti mencintai (malah kesini nyambungnya).

Saya percaya bahwa kita tidak memerlukan pemimpin yang sempurna tanpa cela, kita tidak membutuhkan Superman. Kita membutuhkan pemimpin yang memiliki komitmen dan integritas, dengan kedua hal itu, orang orang yang memiliki kompetensi dalam berbagai hal yang tidak dimiliki oleh sang calon pemimpin akan berbondong bondong memberikan sumbangsihnya untuk menutup kekurangan dan memberikan dorongan untuk tercapainya visi sang pemimpin. Komitmen dan integritas yang dimiliki oleh sang calon emimpin yang tak sempurna itu akan menjadi magnet yang menarik dukungan sukarela dari orang orang kompeten yang merasa memiliki mimpi dan visi yang sama.

Demikian saya menulis tulisan ini untuk menjelaskan pertanyaan sederhana mengapa saya mendukung Anies Baswedan untuk turun tangan melunasi janji kemerdekaan. Secara sederhana dapat saya katakan, melalui tulisan, orasi dan berbagai pernyataan beliau yang selama ini saya simak, saya merasa beliau adalah orang yang mengerti apa yang pertama tama harus dibenahi dari negara ini. Dengan mendalami sosok Anies Baswedan dan rekam jejaknya yang gemilang, telah membuat saya yakin dan terdorong untuk bersikap lebih dari diam dan sekedar simpati. Saya memilih untuk ikut turun tangan mendukung ide ide besar Anies Baswedan. Bagaimana dengan kamu?


Thursday, November 28, 2013

Kritik & Puji


Saya suka bingung kalau ada orang/lembaga/kelompok/golongan yang anti kritik. 

Atau bersikap kasar terhadap mereka yang mengkritik. Ketauhilah bahwa orang yang mengkritik anda itu telah:

1. Mempertaruhkan hubungan baik diantara kalian.
2. Mengambil resiko dari segala kritik yang dia keluarkan.

Demi semata mata memberiktahukan ada yang (setidaknya menurut kritikus tersebut) salah dengan perangai/karakter/tindakan/sudut pandang anda.

Sementara orang yang memuji-muji anda, apakah yang mereka pertaruhkan? Tidak sedikitpun mereka mempertaruhkan atau mengambil resiko atas sesuatu.

Mintalah perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa terhadap orang yang kerjanya memuja muji anda melulu, dalam keadaan apapun. 

Karena anda tidak tahu apa yang ada dalam qalbu nya. Qalbu itu ghaib maka berlindunglah atasnya pada yang Maha Berkuasa atas hal yang nyata dan yang ghaib.

Sekian, titik habis
Setiap manusia harusnya berguru pada embun pagi
Dia tau umurnya tak panjang, tapi menyempatkan diri memberi kesejukan

Friday, November 22, 2013

Fortes Fortuna Adiuvat

: )

Friday, September 20, 2013

Di masa depan, Sekolah dan Kampus, melalui guru dan dosennya harus lebih banyak bertanya pada anak didiknya "Kamu minatnya dimana? Kamu sukanya apa?"dibanding maksa nyekokin "Ini penting buat kamu! Kamu harus suka"



Saturday, September 14, 2013

Untuk tidak Berlepas Diri dari Tobat



Manusia memang sudah takdirnya menjadi tempat salah dan lupa, dan sering ketika kita lagi jauh jauhnya dengan Allah SWT, kita merasa ragu untuk mendekat. Ketika dalam keseharian kita dipenuhi dengan maksiat dan kelalaian, kita sering merasa terlalu kotor untuk bertobat. Padahal bertobat diwajibkan bagi seluruh manusia, dalam konteks muslim, tobat diwajibkan baik bagi seorang ahli dosa hingga wali dan nabi sekalipun. Untuk itulah penting untuk tidak pernah berlepas diri dari tobat, baiki sebersih, maupun sekotor apapun diri kita sob.

"Katakanlah, Hai hamba hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengasih pun lagi Maha Penyayang" (QS Al Zumar [39]:53) 

"Apabila kalian berbuat kesalahan, sehingga kesalahan kalian itu sama dengan tingginya langit, lalu kalian bertobat, maka Allah pasti akan menerima tobat kalian" (Hadits Riwayat Ibn Majah, dalah Shahih Al-Jami Al-Shariq (5235))

So Guys, jangan pernah merasa terlalu bersih atau terlalu kotor untuk bertobat, Keep Calm and Bertobat Bro!! :)))

Sumber: Kitab Petunjuk Tobat, Kembali ke Cahaya Allah/Yusuf Qardhawi/Mizania

Sunday, September 8, 2013

Alergi Ulama Centil

Ada masa masa dimana aku muak liat lagak polah Ulama centil
Mereka yang takut sama belahan dada dan bikini
Tapi kalem saja lihat ummat bodoh dan tertindas
Di mata mereka pemberdayaan dan pencerdasan umat tidak menarik, tidak seksi
Mungkin malah ummat yang bodoh dan penakut itu penting buat mereka
Lah kalau mereka semua pintar siapa yang nyumbang buat pondokku?
Lah kalau mereka semua pintar dari mana aku dapat massa pemilu?
Lah kalau mereka semua pintar dari mana modalku meminang istri ketigaku?
Begitu laku polah Ulama Centil, keberadaannya ganggu dan bikin gatal seperti kutil

Tuesday, September 3, 2013

Cita cita ini tak pernah terasa begini dekat ya Allah. 
Mudahkanlah jalanku.
Karena tidak ada yang sanggup mempersulit jika telah Engkau mudahkan.
Dan tikda ada yang sanggup mempermudah jika telah Engkau persulit.

Monday, August 19, 2013

Gamang

Ada matahari yang lahir dari bawah kolong jembatan
Ada belatung yang lahir dari bulir buah anggur

Ada bimbang yang lahir dari dogma dogma kitab suci
Ada keyakinan yang tumbuh dari bibir sumbing copet jalanan

Disini aku, kamu dan kalian ramai membicarakan kuncup bunga yang tak satu orangpun sempat menghirup wanginya
Masing masing dari kita berteriak, menghardik, berbisik atau tertawa pelan pelan atas apa yang tak satu malaikatpun ambil pusing
Karna pada akhirnya ini bukan masalah nuansa dalam sebuah kuncup bunga, tapi tentang dimana dia mekar, dan memberikan wangi pada sekitar




20 Agustus 2013-Dwiki Drajat Gumilar

Tuesday, July 16, 2013

A: Kamu itu orang bodo tapi nggak mau ngaku!!
Saya: ......... *sambil nangis*

Percakapan itu terjadi kelas 3 SD, malem malem, di depan soal latihan ujian matematika yang saya nggak bisa selesaikan. Mulai malam itu setiap saya diremehkan saya nggak pernah sakit hati, karena saya udah pernah ngerasain yang paling sakit. Seluruh dunia boleh bilang kita bego, tapi nggak akan kejadian selama kita nggak percaya :))


Thursday, July 11, 2013

Penghinaan terhadap Kapabilitas Sebuah Bangsa


Barusan saya mendapat sebuah informasi menarik dari seorang teman, yaitu rilis dari sebuah perusahaan terhadap tawaran rencana dan pertimbangan strategis pengembangan sebuah proyek di Indonesia. Ketika saya baca, isinya (dalam kaca mata saya) sangat menyakitkan, bagaimana bisa bangsa sebesar Indonesia, ditakut takuti dengan kata kata "teknologi tinggi", "metode terbaru", "sumber daya manusia yang terlatih" dan "potensi kerugian bila dikelola sendiri". Bagi saya, meskipun seandainya pertimbangan yang disampaikan tersebut adalah benar (dan sepertinya memang benar) ini adalah penghinaan. Tidak bisa tidak, perlu komitmen besar dari setiap putra Indonesia untuk belajar keras dan mengangkat nama baik bangsa. Suatu saat kita yang akan katakan pada dunia, kami Bangsa Indonesia, berdaulat atas apa yang ada di bawah dan diatas bumi nusantara.

Monday, July 8, 2013

Antara Sakit Gigi dan Jempol Cantengan (Sedikit tentang Mesir-Aceh-Dan Kawan Kawan)


Okey, beberapa hari pasca terjadinya kudeta militer di Mesir beberapa teman mulai membahas tentang pro dan kontra terhadap fenomena poilitik di negeri asal muasalnya firaun ini. Beberapa anak mushola/tarbiyah/simpatisan PKS/simpatisan PKS berkedok aktivis kampus/aktivis kampus berkedok simpatisan PKS/anak baru liqo/anak liqo/dan seterusnya (isi sendiri) banyak yang membela Morsi atas digulingkannya dia dari kursi kekuasaan yang diraih secara demokratis melalui pemilu setelah dijatuhkannya rezim Hosni Mubarak. Seperti selalu ada cinta maka akan ada benci yang mengiringi #jreeeeng # sinetron. Disamping ada yang membela, tentu akan ada yang nyinyir dan mendukung terjadinya kudeta militer di Mesir.

Saya nggak nyalahin sih kalau ada yang berbeda pendapat, cuman momen yang berdekatan dengan terjadinya gempa di Aceh (semoga Allah ringankan bebannya dan kuatkan saudara saudara kita yang tertimpa bencana di Aceh, Amin) dan adanya beberapa masalah di Indonesia terkait dengan ditindasnya beberapa elemen minoritas memunculkan sebuah argumen yang menurut saya menggelikan. Adalah sebagai berikut 

"Ngapain sih ngurusin Mesir? Itu ada saudara kita di Aceh yang kesusahan, belum yang di Sidoarjo kena lumpur (dan salah satu tokoh utama bencana lumpur ini tetiba ngaku jadi sahabat rakyat kecil mueheheh), belum saudara saudara kita di Syiah, urusin mereka dulu lah!"

Nah ini membuat saya bertanya tanya sebenarnya, di era globalisasi yang dimana dunia ini jadi ibarat desa desa kecil yang saling terhubung, di mana dunia semakin datar, masih ada orang yang menjadikan batasan negara atau nasionalisme sebagai batasan "sejauh apa kita boleh peduli". Well, kalaulah tesis "bantu dan peduli pada yang dekat" ini konsisten kita lakukan, maka saya berpendapat akan sedikit sekali (jika tidak boleh disebut tidak ada) dari kita yang sempat bergerak membantu, atau bahkan sekedar peduli. Mengapa? Karena jika diibaratkan ada masalah diluar pulau yang satu negara kita terlebih dahulu harus membantu dan peduli pada yang satu suku atau satu pulau, tetapi sebelumnya terlebih dahulu harus teman satu provinsi, kota madya, kecamatan, RW, RT, Keluarga, daaan diri sendiri dulu. Sekarang siapa sih yang sudah beres dengan dirinya sendiri?

Masyarakat dunia ini (setidaknya menurut saya) adalah satu tubuh, tidak percaya? Coba lah lakukan studi iseng isengan di Internet tentang betapa banyak permasalahan di dunia yang muncul atau tuntas karena adanya fenomena yang terjadi di negara lain. Arab Spirngs misalnya, bagaimana ketika karena himpitan ekonomi seorang tukang buah di Tunisia membakar diri sebagai bentuk protes bisa membakar amarah penduduk negara lain untuk ikut bergerak menuntut pemerintahan yang lebih baik. Atau berapa dari kita yang  belajar bahwa perang perang besar di dunia sering disulut oleh provokasi antara dua negara yang tiba tiba memancing kelompok yang lebih besar untuk terlibat. Bahwa terbakarnya hutan di satu negara (sebut saja Indonesia) dapat menyebabkan masalah nasional yang serius bagi negara tetangga. Ini sedikit banyak menunjukkan bahwa masyarakat di dunia adalah ibarat satu tubuh di era modern ini. Sakit di satu bagian perlu dirasakan oleh bagian lain, agar yang lain belajar dari hal tersebut, apabila kaki kanan kita terantuk meja pas di tulang keringnya, kaki kiri kita tidak perlu mengalami hal yang sama untuk tau ngilu nya, dan kedepan si empunya tubuh akan lebih berhati hati.

Sekarang mari ibaratkan kalau Mesir adalah sakit di tubuh kita bagian jempol, sebut saja cantengan, dan Aceh serta permasalahan lokal adalah sakit gigi. Apakah salah apabila kita peduli terhadap jempol kita yang sedang sakit sementara gigi kita juga tengah linu? Apakah kita hanya boleh berfokus pada gigi kita karena semata dia lebih dekat dengan kepala? Atau kah kita bisa sama sama lakukan sesuatu untuk mengurangi sakit di keduanya, atau minimal kita sekedar peduli, okey gigi gua sakit, dan jempol gua cantengan, mari kita sama sama cari tau penyebabnya agar kedepan masalah ini tidak terulang lagi. Pilihan ada di yang punya tubuh masing masing :)))






Sunday, June 9, 2013

Sekilas (banget) tentang Sistem Kontrak di Industri Hulu Migas

Referensi:

1. Lubiantara, Benny (2012): “Ekonomi Migas, Tinjauan Aspek Komersial Kontrak Migas”. Jakarta: Grasindo
2. Mian, M.A. (2010) : “Designing Efficient Fiscal System” dipresentasikan di SPE Hydrocarbon Economics and Evaluation Symposium, Dallas,Texas 8-9 Maret 2010

Sejak abad 18, pengaturan terhadap penguasaan suber daya migas telah mulai dilakukan. Karena besarnya kontribusi sektor migas terhadap ekonomi negara pemilik sumber daya, menjadi wajar apabila negara yang memiliki sumber daya migas melakukan upaya untuk mendapatkan kompensasi yang lebih tinggi dari yang sebelumnya diatur dalam sistem konsesi. Tuntutan ini tidak berhenti pada titik agar negara memiliki pendapatan (share) yang lebih tinggi namun juga ditujukan agar negara podusen minyak memiliki peran yang lebih jauh dan strategis dalam pengelolaan industri hulu migas. Dimana pada sistem konsesi negara hanya memperoleh pendapatan dari royalti dan pajak.

Perkembangan lebih lanjut:
  • 1948- Venezuela memperkenalkan mekanisme 50/50 profit sharing
  • Arab Saudi mengikuti dengan semangat yang sama.
  • 1957-Iran memperkenalkan model partisipasi 75% (Iran-NIOC) -25% (AGIP/ENI-Italia)
  • Lahir model Production Sharing Contract yang bertujuan meningkatkan partisipasi. Dalam PSC kepemilikan dan pengawasan pengelolaan blok migas ada di tangan pemerintah. Posisi perusahaan adalah sebagai kontraktor yang menanggung risiko dan memperoleh pemulihan biaya (cost recovery), serta memperoleh bagian keuntungan (profit share). Indonesia termasuk pelopor dalam penerapan sistem PSC.

Secara umum, kecenderungan kontrak migas mengerucut pada tiga kelompok pendekatan, yaitu partisipasi, nasionalisasi dan privatisasi. Dalam perkembangannya, harga minyak sangat dipengaruhi oleh situasi politik regional dan internasional. Sebagai contoh ketika Arab Saudi dan negara Timur Tengah melakukan embargo migas ke Amerika Serikat pada tahun 1973 mendorong harga minyak naik, demikian pula saat terjadi perang Iran vs Irak pada tahun 1980, dimana pasokan minyak terpengaruh. Hal ini juga berpengaruh terhadap pendekatan pengelolaan blok migas oleh negara-negara produsen minyak. Gelombang nasionalisasi terjadi saat harga minyak sedang tinggi dan ketika harga minyak turun derastis pada umumnya dilakukan upaya privatisasi.

Terdapat sedikitnya empat karakteristik yang menjadikan industri migas berbeda dengan rumpun industri lain:
  1. Lamanya waktu antara pengeluaran dan pendapatan.
  2. Resiko dan ketidak pastian yang tinggi mendorong perlunya penggunaan teknologi tinggi dan sumber daya manusia yang handal.
  3. Memerlukan investasi biaya kapital yang relatif besar.
  4. Menjanjikan potensi keuntungan yang sangat besar.
Alasan 1, 2 dan 3 tersebut tentu memberatkan bagi negara berkembang untuk melakukan eksploitasi migas yang ada di wilayahnya, oleh sebab itu mereka membutuhkan keterlibatan investor asing untuk melakukan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi migas. Di sini akan terjadi tarik menarik kepentingan antara pemerintah dan IOC (International Oil Company) atau pun INOC (International). Bagi perusahaan tentu kontrak Konsesi lebih menguntungkan, sedangkan bagi Pemerintah bentuk Service Contract, dimana perusahaan hanya dibayar berdasarkan jasa pengerjaan kegiatan eksplorasi, pengembangan dan produksi migas dengan kas (bukan natura) tentu lebih menguntungkan.

Secara sederhana, skema pembagian keuntungan dapat digambarkan seperti pada diagram dibawah ini. Bagian yang berwarna abu abu adalah menunjukkan pemasukan pemerintah.

Konsesi/Royalty Tax

Production Sharing Contract



Service Contract


Adapun cost recovery adalah penggantian biaya eksplorasi hingga produksi kepada IOC oleh pihak negara setelah proses pengelolaan suatu blok migas mencapai tahapan komersial (menghasilkan minyak-gas dalam skala komersial). Yang dimaksud kontraktor disini dapat merupakan International Oil Company (IOC), International National Oil Company (INOC), atau konsorium dari IOC dan INOC. 

Perjanjian antara Perusahaan Migas

Besarnya biaya pengelolaan blok migas, tingginya resiko dan ketidak pastian serta kepentingan IOC untuk memperluas portofolio internasional mendorong terjadinya kerjasama antar IOC untuk membentuk konsorium pengelolaan blok migas. Di beberapa negara, hal ini diwajibkan, salah satu tujuannya adalah agar masing masing IOC saling mengawasi, sehingga sedikit meringankan beban pengawasan oleh pemerintah. Perjanjian antara perusahaan ini lazim dikenal dengan Joint Operating Agreement (JOA), dalam hal ini pemerintah tidak terlibat dalam perjanjian tersebut. Dalam JOA ini pemerintah dapat turut andil dalam pengelolaan blok migas melalui National Oil Compani (NOC), jika NOC ikut berpartisipasi, pada umumnya NOC diperlakukan khusus dibanding IOC. NOC biasanya mempunyai hak untuk berpartisipasi pada saat diumumkan telah terjadi penemuan yang komersial. IOC yang akan membiayai kegiatan eksplorasi, apabila eksplorasi gagal, maka NOC tidak ada resiko sama sekali, sebaliknya apabila eksplirasi berhasil, NOC akan memilih untuk berpartisipasi dan ikut berkontribusi dalam pembiayaan terhitung mulai saat keputusan berpartisipasi diambil.

Demikian penjelasan singkat tentang sistem kontrak industri hulu migas, penjelasan tersebut sangat umum, namun diharapkan dapat memberikan penjelasan tentang mengapa diperlukan kerjasama dengan kontraktor asing dalam hal eksplorasi dan eksploitasi potensi migas di suatu negara, terutama negara berkembang. Serta untuk menunjukkan bahwa pola kerjasama tidak harus hitam dan putih antara pemerintah dain IOC, namun dapat pula diatur agar perjanjian yang terjadi adalah antara NOC (National Oil Company) dan IOC, sehingga selain memperkecil resiko dari pengelolaan migas oleh negara, namun tidak menghilangkan aspek partisipasi negara dalam kedaulatan potensi minyak dan gas alam yang ada di wilayah negara tersebut.



Tuesday, May 14, 2013

Ngobrol sama Kamu Itu....

Setiap kali ngobrol sama kamu itu, aku kayak Mualim yang disaput sihir halimun. 
Aku tahu gimana cara nyetir kapal, serta mahir membaca peta dan kompas
Tapi nggak pernah bisa jelasin gimana semua bisa berakhir disini



Tirakatku di Bulan Mei

Diantara rintik hujan bulan Mei, selalu ada aku yang mengucap janji
Hujan ini memang terlambat berakhir, namun justru ini aku syukuri
Sebab diantara hujan, Allah melimpahkan berkah
Dan diantara berkah tersebut aku selipkan DoaKu

Beberapa teman boleh bertanya aku kenapa
Aku mengejar ritual apa
Dan setiap pertanyaan itu, selalu aku jawab dengan senyum
Aku sedang memanjatkan doa tertinggi kawan
Agar adikku diringankan langkahnya, dibesarkan hatinya

Diantara rintik hujan bulan Mei, aku memanjatkan doa tertinggi
Agar untuk adikku, segera diberikan tempat terbaik menuntut ilmu
Diantara rintik hujan bulan Mei, aku mengucap janji
Apabila Engkau menjawab doaku, akan segera kulunaskan Nadzarku

Sunday, May 5, 2013

Dewasa dalam Beragama

Pagi ini saya kembali "ngelus dodo", atas judul berita yang saya baca di salah satu halaman internet sebuah media nasional. Bagaimana tidak, di berita tersebut ditulis bahwa kampung dari penganut Ahmadiyah sedang dijaga ketat oleh warganya, sebagai reaksi atas diserbu dan dibakarnya masjid tempat mereka beribadat. Peristiwa ini tentu hanyalah satu diantara rentetan beberapa peristiwa yang sengaja menimbulkan kesan seolah-olah ada yang salah dengan kehidupan berbangsa kita yang harusnya menjunjung tinggi toleransi. 

Saya, bukan pakar Agama, bukan ahli theologi, dan tidak pernah mendalami studi agama apapun secara mendalam. Namun saya juga bukan orang yang asing dari ritual beribadah. Setidaknya selama beberapa tahun terakhir, saya cukup intens meningkatkan usaha saya untuk memahami agama yang saya anut, Islam. Maka apabila dalam pendapat saya berikut ada beberapa yang tidak berkenan, mohonlah ini dipandang sebagai kelemahan saya, dan bukan dipandang sebagai kepongahan dari seorang saya dalam menanggapi fenomena kehidupan beragama di Indonesia.

Seperti dawuh Nabi Muhammad, "Mintalah fatwa kepada hati nuranimu", maka percikan ilham yang merasuk dalam diri saya adalah bahwa sebenarnya kita sebagai seorang muslim, telah dilengkapi dengan starter pack kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang benar. Maka, ketika saya merasa ada yang janggal dengan peristiwa penyerangan umat beragama ini, wajarlah kiranya kalau saya ingin menuangkan kegundahan tersebut dalam tulisan yang sedang anda baca.

Dalam tulisan ini, saya akan lebih melakukan evaluasi dan masukan kepada umat Islam di Indonesia. Mengapa? Apakah karena tidak ada kesalahan dari umat lain? Bukan, namun semata-mata karena saya adalah individu yang berpikir bahwa kehidupan antar umat beragama itu ibarat interaksi antara tetangga. Setiap kita bertetangga, kita mungkin akan terusik dengan ulah nakal anak tetangga, namun, tidak bijak jika kita melakukan tindakan langsung, baik menghukum ataupun menegur. Mengapa? Sebab setiap anak, akan memiliki pendekatan yang berbeda untuk menilai suatu permasalahan, demikian pula dengan menerima sebuah nilai baru. Maka tindakan yang lebih bijak adalah, mengkomunikasikan "kenakalan" anak tersebut kepada orang tuanya, baru kemudian agar orang tuanya yang memberikan pengertian kepada anak tersebut.
Alangkah indahnya bila setiap umat beragama sibuk memperbaiki dirinya masing masing, dan mempercayakan "kenakalan" sejumlah anak baru gede agamanya kepada para orang tua dimana dalam konteks ini adalah alim ulama agama masing masing.

Baik, mencermati wajah umat Muslim Indonesia saat ini, kita tidak akan bisa terlepas dari rasa prihatin. Cobalah naik kereta api ekonomi dari Bogor ke Jakarta, dan amatilah wajah-wajah kaum yang meminta minta, berapa dari mereka yang merupakan seorang muslim? Kunjungilah surau-surau atau masjid-masjid di pojok-pojok kompleks pada saat subuh, berapa shaf kah yang terisi? Datangilah kampus-kampus negeri terbaik, dan tanyakan, berapa muslim yang mencurahkan waktu dan hidupnya untuk menghasilkan riset-riset yang kelak akan menjadi tulang punggung kejayaan ummat? Sempatkanlah melirik hasil studi tentang etos kerja mayoritas masyarakat Indonesia, fakta seperti apakah yang anda dapati disana?

Saudaraku, apakah kita masih akan sibuk meributkan hal-hal yang bukan pada domain dan wilayah penegakan hukum kita? Sementara kita membiarkan bahaya-bahaya laten yang terus menggerogoti tulang sumsum dan sendi-sendi beribadat kita?

Apakah kita akan lebih takut ada orang yang memiliki Aqidah berbeda, namun kita diam saja apabila banyak diantara kita yang masih percaya jimat? Pergi ke makam-makam keramat menjelang ujian, mempercayai ramalan bintang dan sebagainya?

Apakah kita akan ngotot menuntut gereja-gereja tanpa izin pembangunan untuk dirobohkan, dan diam saja melihat surau-surau kita masjid-masjid kita kosong? Dan, berapa dari masjid dan surau tersebut dibangun dengan izin yang resmi, serta disertai dengan manajemen keuangan yang modern?

Sesungguhnya agama itu bukanlah apa yang terucap saudaraku, agama adalah masalah keberpihakan hati, tidak mudah untuk memilih agama apa yang akan kita anut, atau mahzab apa yang kita ikuti, ada keterpanggilan hati dan sinar hidayah disana. Dan apakah hal tersebut dapat disampaikan dengan tangan terkepal dan jidat berurat? Ataukah lebih elok disampaikan dengan tangan yang membentangkan pelukan dan wajah yang berseri ramah?

Jikalau mereka, orang-orang yang kalian sentuh dengan kekerasan akhirnya terpaksa berucap dusta, mengikuti standar agama yang kalian tentukan tanpa ada keterpanggilan dalam hatinya, akankah berarti hal itu? Ataukah kita harusnya lebih menyampaikan dakwah Islam ini dengan hikmah? Dengan kelembutan hikmah yang sama yang menyentuk kalmu Umar, Khalid dan Sahabat-Sahabat Rasulullah yang lain?

Kalaupun mulut bisa dikunci, dan tubuh dapat dipasung, namun batin dari orang-orang yang mencari kebenaran tidak akan dapat dibendung saudaraku, maka marilah kita sampaikan kebenaran dengan jalan yang baik dan benar, kita tunjukkan, bahwa dengan memeluk Islam, maka nilai-nilai luhur agama Islam menyatu dalam keseharian kita, dalam darah kita, dalam setiap ditail karakter kita, sehingga apabila dibentangkan secara objektif, maka percayalah, setiap hati akan menunjukkan keberpihakannya kepada kemuliaa. Marilah kita sama sama belajar, mengintospeksi diri, dan selangkah demi selangkah mulai belajar untuk dewasa dalam beragama.


Friday, April 26, 2013

Untuk Merasa Muda atau Merasa Tua 


"Di Indonesia, kalau mau merasa muda sering-seringlah datang Shalat Subuh jamaah di Masjid akan kau dapati kau seorang belia diantara yang lain. Sebaliknya kalau ingin merasa Tua, kunjungilah Mall dan pusat pusat perbelanjaan" #truestory #ihik

Wednesday, April 24, 2013

Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang :))

Saturday, April 20, 2013

Kita Musti Berhenti Membeli Rumus-Rumus Asing

......
Kita musti berhenti membeli rumus rumus asing
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode
Tetapi, KITA SENDIRI musti merumuskan keadaan
Kita musti keluar ke jalan raya, keluar ke desa desa
Menghayati sendiri semua gejala, dan menghayati persoalan yang nyata
.....

Potongan sajak Sebatang Lisong, karya WS Rendra. Sebuah tamparan bagi bangsa yang semakin lama, semakin tidak mengenal dirinya sendiri. Karena generasi terbaiknya, insan-insan cendikianya, terjebak dalam menara-menara gading, dalam rumah rumah cermin, sehingga yang dilihat hanya dirinya, dan tatap matanya tidak sanggup mengintip realita di luar rumah.

Friday, April 19, 2013

Penggusuran di Jalur Kereta

Itu bukan lepra yang menjalar dari Bogor ke Jakarta
Memang! Iya dia sama sama merontokkan 
Namun yang rontok bukan sekedar jari jemari tangan atau kaki
Melainkan mulut penghidupan, serta mata dan telinga keadilan

Tapi, seperti semua hal di era modern ini
Rupanya hal semacam lepra ini pun ikut menjadi cerdas
Dia tidak menubruk sama rata, dia memilih milih.
Hanya yang bau kencing dan kumal yang disapu olehnya
Mulut mulut penghidupan yang terang benderang, aman atau setidaknya nanti dulu

Dan dari mulut mulut digital kalian terlontar anak panah caci maki
Yang satu merasa sudah memahat gamping keapatisan
Yang lain merasa paling pintar, dengan kepala penuh omong kosong dan rumus palsu
Sementara atap atap terus roboh, airmata terus kering, dan akal sehat tengah sekarat

Sembari menunggu mereka yang kepalanya brilian selesai berdebat
Sembari kontak-kontakan sama teman temannya yang membuat sibuk para pemimpin tuli
Diujung kelokan, Setan paling jahat bersandar menunggu sambil goyang goyang tanduk kegirangan
Membuka tangan, menyiapkan pelukan terhangat bagi mereka manusia-manusia tergusur
Beberapa cukup kuat untuk tidak menyambut, sebagian lain tidak punya banyak pilihan.





Wednesday, April 17, 2013

Hanya Pengecut, Lari di Tengah Jalan


Fuad Bawazier: "Apakah isu yang beredar, bahwa Pak Habibie bermaksud mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden benar?"

BJ Habibie: "Isu tersebut tidak benar. Presiden yang sedang menghadapi permasalahan multikompleks, tidak mungkin saya tinggalkan. Saya bukan pengecut!"

Demikian kutipan pembicaraan antara Fuad Bawazier (ketika itu Menteri Keuangan) dan BJ Habibie (ketika itu Wakil Presiden Republik Indonesia) yang saya kutip dari buku yang ditulis oleh BJ Habibie, Detik Detik yang Menentukan. Disalah satu saat paling kelam dalam sejarah politik bangsa Indonesia, demikian lah seorang intelektual, seorang negarawan, seorang yang beriman semestinya bersikap.

Sunday, April 14, 2013

Sensasi Subuh 150413

Subuh pagi ini enerjik, semangat membara! Pagi ini adik saya yang paling cantik akan melaksanakan ujian nasional SMU. Semoga kemudahan buat kamu Na : D Mas Okik bantu doa dari Bandung!!

Ya Gusti Allah ingkang Maha Agung, paringi gampang buat Nana Pratiwi. Adikku yang Insya Allah tahun depan masuk UI. Amiiin :D


Friday, April 12, 2013

Singkat (sekali) tentang Supply Chain Management

Ilustrasi Supply Chain (sumber: link)

Untuk sharing kali ini, gua memilih cerita sedikit tentang SCM, kenapa? Karena menurut gua tema ini penting buat semua kalangan, baik itu mahasiswa, praktisi, akademisi bahkan wirausahawan/wati. Perencanaan dan pelaksanaan SCM di suatu perusahaan itu memegang peranan yang sangat besar terhadap performa perusahaan. Di beberapa industri beresiko tinggi, kegagalan pemenuhan proyek gara gara perencanaan SCM yang kacau bisa berujung pada gagalnya sebuah mega proyek atau bahkan tutupnya sebuah perusahaan karena nggak sanggup menghasilkan barang dengan harga yang kompetitif karena besarnya biaya yang keluar di proses supply chain nya.

Jadi apa itu Supply Chain Management?


Ilustrasi Supply Chain (Sumber: John Meredith Smith/Logistic and Out-Bond Supply Chain/Penton Press, 2002)

Secara umum, supply chain dapat diartikan sebagai rantai pasok dari sebuah barang mulai dari berupa bahan mentah, sampai sampai ke tangan konsumen, dan kembali ke produsen dalam bentuk imbal balik (feedback)

Ada tiga aliran utama dalam sebuah system supply chain yang umumnya jadi perhatian:

  1.      Aliran Barang
  2.      Aliran Uang
  3.      Aliran Informasi
Dimana ketiga aliran ini harus dijaga agar supply chain yang kita miliki tetap efektif dan efisien.

Seberapa besar kontribusi supply chain cost terhadap harga suatu barang?

Kontribusi biaya supply chain dalam pengadaan suatu barang atau jasa pada umumnya mengambil porsi hingga 60%. Maka peningkatan efisiensi supply chain dapat berdampak besar terhadap peningkatan keuntungan perusahaan.

Bagaimana Pemetaan Aktivitas pada Supply Chain Management?

Karena perbedaan pola kerja, tantangan dan parameter kesuksesan, biasanya sebuah peta supply chain dalam sebuah perusahaan dibedakan menjadi empat bagian.




Pemetaan Aktivitas Supply Chain
Biasanya aktivitas supply chain di sebuah perusahaan dibagi jadi empat bagian:


  1.      Plan: Proses perencanaan disain supply chain dari sebuah produk, termasuk di dalamnya penentuan dan peramalan volume produksi.
  2.      Source: Proses pendapatan bahan baku, sampai dia sampai di gudang bahan baku. Mulai dari menghubungi supplier sampai deal dan memastikan barang tiba tepat waktu.
  3.      Make: Proses dari mulai barang keluar dari gudang bahan baku, difabrikasi sampai masuk ke gudang barang jadi.
  4.      Deliver: Proses dimana barang dialirkan dari gudang barang jadi sampai ke tangan konsumen

Tantangan di tiap bagian ini terntu berbeda, sehingga strategi yang diterapkan di tiap bagian juga berbeda. Bahkan parameter kesuksesan di tiap bagian bisa jadi bertolak belakang, semisal, di bagian deliver tentu akan lebih ekonomis jika barang yang dikirim benar benar sesuai dengan apa yang konsumen minta, namun fluktuasi ini tentu akan tidak ekonomis jika ditinjau dari sudut pandang proses make. Demikian yang biasa ditemui dalam operasional sebuah perusahaan.

Apa hubungan antara supply chain, strategi operasi dan business goal?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, gua menemukan sebuah diagram yang cukup baik dari buku Gower Handbook of Supply Chain Management





Dari diagram diatas dapat dilihat bagaimana hubungan antara business goal, strategi bisnis, hingga pada perumusan visi dan kapasitas supply chain.

Apa parameter kesuksesan dari sebuah supply chain management system?

Dari berbagai parameter yang rumit untuk setiap kelompok aktivitas supply chain, dapat diringkaas bahwa supply chain yang baik akan sanggup menghadirkan barang:
  •     Pada tempat yang benar
  •     Di waktu yang tepat
  •     Dengan jumlah yang tepat
  •     Dalam keadaan yang prima
  •     Dengan biaya paling rendah

Sekian sedikit tentang supply chain management, mengingat karakteristiknya yang akan sangat beragam sesuai dengan industri masing masing, serta pendekatan optimalisasi yang sangat beragam pada setiap aktivitasnya semoga uraian singkat ini dapat memicu teman teman untuk menggali lebih dalam tentang supply chain management. Thanks!!





Friday, March 1, 2013

Malam ini saya mengakhiri diskusi dengan diri sendiri dengan beberapa kesimpulan,

Bahwa akan selalu ada yang tersakiti

Bahwa akan selalu ada ekspektasi yang tidak terjawab

Dan dalam semua kesulitan, Bersikap jujur pada diri sendiri adalah jalan terbaik

Monday, February 25, 2013

Mengapa Saya tidak Menyerah

Malam ini saya sedang stuck, bergadang menyelesaikan tugas yang benar-benar menguras tenaga saya untuk belajar tidak hanya dalam waktu yang singkat, namun juga menghasilkan hasil kerja dengan standar yang tinggi. Ya, lusa saya harus mempresentasikan perkembangan Thesis saya yang berkaitan dengan tema membangun Predictive Model dengan logika Neural Network. Dan besok ada beberapa tugas yang harus dikumpulkan dan masih dalam proses pengerjaan. Dalam segala tekanan ini, saya selalu ingat mengapa saya tidak menyerah, mengapa saya tidak mau mengaku kalah terhadap tekanan akademis sebesar apapun. Karena saya punya cita cita yang jelas, untuk kembali ke Almamater saya suatu saat nanti dengan sebaik-baiknya kapasitas pengajar. Maka bila sekarang ataupun bertahun tahun kedepan saya harus belajar keras, saya rasa itu adalah bayaran yang setimpal.

Saya punya banyak cita-cita, dan yang sekarang saya yakini adalah untuk menjadi dosen. Satu hal yang saya ingat betul saat saya membulatkan tekat menjadi seorang dosen adalah apa yang terjadi pada pertengahan tahun 2010. Ketika itu, saya yang menjabat ketua Ikatan Mahasiswa Teknik Industri, tengah memperjuangkan sebuah konsep pembinaan mahasiswa baru kepada ayah dan ibu pengurus Dekanat yang kami hormati. Ketika saya dan teman teman selesai memamparkan rancangan kami, seorang profesor dengan enteng mengatakan.

"Kamu mau sok-sokan ngajarin juniormu bikin paper ilmiah? Kamu tahu? Mahasiswa saya saya suruh bikin paper, nyontek semua!! Ini lagi kamu suruh mahasiswa baru bikin karya ilmiah"

Ucapan di atas masih membekas di benak saya, lengkap dengan nada dan raut wajah sang profesor. Yang buat saya tercengang bukan kalimatnya, oke kalimatnya juga. Tapi lebih dari itu, yang tidak bisa saya terima adalah bahwa kalimat tersebut keluar dari lisan seorang guru besar yang sangat saya hormati. Lalu kenapa jika mahasiswa sekarang tukang nyontek saat bikin paper? Apakah ini berarti mahasiswa baru tidak perlu dilatih untuk merumuskan pola berpikir ilmiah? Tidak perlu diajarkan cara berpikir dengan sistematis?

Jika institusi pendidikan tinggi kita berangkat dengan pola pikir demikian (semoga ini hanya tertanam di satu guru besar itu saja), maka jelas sudah dimata saya dimana kapal bernama Universitas ini akan kandas. Maka dari itu saya putuskan, jika hari ini saya tetap berkeinginan untuk belajar pada level tertinggi. Untuk terus mengasah kemampuan saya dalam ranah yang saya tekuni, semua adalah untuk kalian mahasiswa-mahasiswaku. Ya kalian mahasiswaku yang bahkan belum aku temui, tapi sudah mulai aku cintai.

Tuesday, February 12, 2013

Visi-Misi Sih, Tapi....


"Ngakunya sih calon pemimpin masa depan, tapi visi-misinya......masa gitu?"



Pertanyaan itu nyangkut di kepala gua sehabis makan siang tadi, secara nggak sengaja mata gua menangkap poster kampanye yang nangkring di mading, dan setelah gua baca dan amati tampaknya ada yang sedikit kurang pas dengan poster kampanye ini. Ya coba temen-temen amati poster diatas, oh iya, corat-coret itu disengaja oleh penulis (ceilah penulis, gua maksudnya) biar nggak ada pihak yang merasa tersakiti, terdzolimi, teraniaya atau terampas hak asasinya. Kalaupun masih ada yang tersakiti juga, gua minta maap dah #ihik

Nah sekarang biar pada ngeh, coba sok dibaca dulu tulisan yang ada di poster tersebut, mulai dari visi, sampai misinya. Menurut gua, yang sempat beberapa kali menyusun visi-misi untuk organisasi di kampus, contoh diatas bukan contoh visi misi yang ideal.  Karena terlalu melebar, dan terlalu tidak terukur. Poin, poin Misi juga terkesan utopis, contoh Melengkapi kebutuhan setiap anggota di berbagai tempat dan organisasi baik di ******* maupun diluar *******. Gua jadi bingung, apakah kebutuhan itu mencakup kasur palembang, sarapan tiap pagi, imunisasi atau bahkan pasangan hidup. Misi ini bisa memicu ambiguitas dibenak calon pemilih (ceilah). Selanjutnya bisa dinilai sendiri, dah sama temen temen.

Emang gimana sih Visi-Misi yang baik?

Well, gua juga nggak tau apakah standar gua ini bener apa enggak, tapi berdasarkan pengalaman selama ini beberapa yang harus dipenuhi dari visi misi adalah:

1. Menggambarkan harapan dan tujuan dari dijalankannya organisasi.
2. Mudah diingat, catchy, nyantol, sehingga mudah disosialisasikan, baik ke pemilih, maupun warga nantinya. Ingat Visi-Misi ini akan dibawa selama masa kepengurusan organisasi. Jadi semangat yang ada di visi-misi ini diharapkan jadi semangat organisasi.
3. Ini yang sangat penting TERUKUR, kenapa harus terukur? kenapa harus bisa diparameterkan? Karena selain akan diturunkan menjadi visi-misi bidang, hal ini juga penting jika dilihat dari segi evaluasi. Tentu kita tidak ingin organisasi yang kita jalankan gagal, dan di akhir hanya buang buang tenaga dan sumber daya. Maka di setiap jangka waktu tertentu, harus dilakukan evaluasi untuk mengukur seberapa jauh organisasi ini telah mengarah pada tujuan yang ditetapkan diawal. Well, faktor keterukuran ini juga terkait dengan pertanggungjawaban janji-janji kampanye terhadap pemilih, ingat Amanah yang diberikan oleh setiap pemilih akan diminta pertanggungjawabannya.

Poin-poin di atas tentu bukan hal yang baku, penerapan visi-misi tentu harus sangat disesuaikan dengan kultur dari masyarakat yang ada di sekitar organisasi itu sendiri. Jadi mungkin saja apa yang ada di poster itu sudah representatif dengan kultur dan kebutuhan warga dari organisasi tersebut, tapi kok rasanya hmmmm.... ah sudah lah.... #ihik

Sunday, February 3, 2013

Munafik?

fake, knife, mask, masks, society
Sumber: http://favim.com/image/262398/

Belakangan ini kasus dugaan suap terkait penambahan kuota impor sapi yang melibatkan presiden PKS, LHI sedang marak diberitakan di media nasional. Seperti apa yang marak di media nasional, maka marak pula pertempuran argumen di dunia maya, terutama di media sosial. Nah, ketimbang membahas tentang kasusnya sendiri, saya justru lebih tertarik untuk mencermati respon masyarakat terhadap fenomena ini.

Salah satu respon yang sangat jelas tertangkap adalah, adanya sekelompok orang yang bereaksi berlebih terhadap kasus ini, terutama terkait dengan image yang selama ini dibawa PKS sebagai Partai Dakwah yang mengusung jargon Bersih. Hal ini selama ini didukung dengan track record dimana kader PKS yang terbukti terlibat praktik korupsi dapat dikatakan relatif lebih sedikit dari pada partai partai lain.

Beberapa pihak seakan sudah menunggu sambil siap siap toa, untuk bilang "Nah loh!! Rasain! Kebukti juga kan lo sama busuknya!!!" Terutama mereka yang (dalam kaca mata saya) tidak menyukai idealisme yang berbasis agama. Beberapa dari mereka kemudian melontar kata-kata yang sebenarnya tidak kontekstual dengan substansi kasus korupsi itu sendiri. Mulai membawa bawa poligami, jenggot, atribut ritual agama seperti jago ngaji, ustadz, dan lain lain dengan ditambahkan dengan kata korupsi dan diidentikkan dengan kata munafik. 

Yang saya tangkap dari respon-respon tersebut adalah seakan akan mereka mau bilang "Kalau mau bangsat ya bangsat aja, nggak usah berlagak suci, nggak usah tampil agamis, toh ujungnya sama sama aja, gua lebih terima mereka yang korupsi dengan nggak bawa bawa predikat agama. Sekalian ancur dari awal, nggak munafik" 

Nah disini saya menangkap keganjilan, dan jadi bertanya tanya, siapa sebenarnya yang munafik? Apakah salah suatu partai, golongan, kelompok, atau seseorang membangung image yang positif terhadap dirinya? Mari kita tanya diri kita masing masing, apakah dari kita ada yang menonjolkan kejelekan atau aib kita setiap kita berkenalan atau mempromosikan diri? Dan apakah kalau kita memunculkan image tersebut kita jadi tidak boleh berbuat salah?

Saya juga tidak menemukan ada partai lain yang memasang jargon "Busuk, Korup dan Pemangsa Uang Rakyat" atau "Partai Biasa Biasa saja, Tidak akan Membawa Perubahan, Jauh Panggang dari Api" tidak, dan saya juga tidak menemukan ideologi manapun yang lalu mengizinkan pengikutnya untuk berbuat curang, korupsi maling atau ngrampok. Maka semestinya semua individu yang korupsi pastilah melanggar ideologi partai. Dan bukan karena ada orang yang melanggar maka ideologi partai atau kelompok tersebut menjadi salah.

Dan kalau memang menampilkan image positif yang diharapkan menjadi visi suatu kelompok dianggap munafik bila tidak sesuai seratus persen dengan apa yang dilakukan di lapangan. Maka berbahagialah, karena bisa jadi kita lah orang orang paling munafik. Lihat apa yang tertuang dalam Pancasila maupun Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, tidak satu nilai luhur pun dalam kedua hal tersebut saya temukan diterapkan secara menyeluruh dalam keseharian kita. 

Latar belakang gua nulis tulisan ini cuman satu, Gua takut suatu hari nanti kita semua lebih memilih diam daripada menyuarakan kebenaran, hanya karena takut dicap munafik dikemudian hari.






Friday, February 1, 2013

Topeng Monyet

Bandung emang kota yang kreatif, di sudut sudut lampu merahnya, banyak atraksi atraksi yang nggak pernah gua temuin di kota-kota lain di tempat gua tinggal sebelumnya. Mulai dari orang yang ngecat tubuhnya pake cat silver gitu, jadi keliatan kayak patung krom (tapi sayang sering pake kolornya nggak krom, jadi ganggu, banget), orang ngamen pake biola, bencong (ini dimane mane ada kayaknya), sampai yang paling gua suka, atraksi makan lampu merah dipinggir jalan. Oke gua bohong, diulang, sampai yang paling gua suka, Topeng Monyet.

Berkas:Topeng monyet.jpg
(Ilustrasi (ya iyalah ilustrasi), sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Topeng_monyet.jpg)

Nah, terakhir kali gua liat ini topeng monyet, itu minggu kemarin. Waktu lagi jalan sama temen-temen kosan. Topeng monyet ini oke banget, pertama! Dia bisa naik sepeda, Kedua! Dia bisa make topeng!! Btw, itu biasa ya Topeng Monyet bisa gitu #ihik. Ya tapi gua berpikir positif, sebenernya itu karena dia nampil di lampu merah aja makannya aksinya sedikit. Gua yakin kalo itungan lampu merah itu sampai 3452398 pasti lebih banyak yang bisa ditampilin (dan dijamin kagak ada yang lewat situ sih, tapi, ah sudah lah), seperti mungkin monyet itu bisa nampilin aksi yang lebih kontemporer, gangnam style misalnya, niruin anggota dewan rapat, atau nyelesain predictive model buat EOR dengan Neural Network (ini mah kerjaan gua -,- #pamer.net). Nah di akhir perjumpaan gua dengan monyet itu, muncul pertanyaan dalam diri gua. "Ngeliat tingkah manusia yang kayak gini akhir akhir ini, kira kira, andai ini monyet bisa ngomong, dia malu nggak yah disuruh berlagak jadi manusia." Ini permasalahan serius men, sebab bisa saja suatu saat Topeng Monyet digolongkan sebagai bentuk pelecehan terhadap monyet karena disamakan seperti manusia, seperti sekarang ngatain orang monyet dianggap cacian.

Sekian #ihik


Wednesday, January 2, 2013





Sekarang atau Tidak akan Pernah!!!





(Waktu; Sumber:  nowlebanon.com)

Jangan simpan usaha, doa, dan kemenangan terbaikmu untuk nanti, jangan menunggu untuk menikmati hidup. Karena mungkin yang kita miliki hanya saat ini, dan nanti tidak pernah datang.