Hehehe senang dah..Akhirnya saya bisa masuk ke kosan Kahfi,,Benernya sih bisa masuk bulan ini,,tapi berhubung pengumuman rada telat,,jadilah baru bulan depan masuknya..
Konon katanya di kosan ini ada kegiatan-kegiatan yang membangun pribadi loh..semacam ngaji bareng,,dll...
Doakan ini keputusan yang baik yah...
Amiiiinnn....
Sunday, February 22, 2009
Tuesday, February 10, 2009
Alhamdulillah Amanah Bertambah
Hari ini ada pengumuman BEM UI teman...Hehehe...wah seneng banget dah,, ternyata saya diterima artinya Amanah bertambah neh...Jadi harus pinter-pinter bagi waktu..biar g ada yang terabaikan....
Jadi Amanah saya sekarang :
1. Kabid PSDM Rohis TI 2009
2. BP Kemahasiswaan IMTI 2009
3. Pengajar tetap TIS
4. BP Sosma BEM UI
Alhamdulillah...semoga saya amanah..Amiiiinnnn
Jadi Amanah saya sekarang :
1. Kabid PSDM Rohis TI 2009
2. BP Kemahasiswaan IMTI 2009
3. Pengajar tetap TIS
4. BP Sosma BEM UI
Alhamdulillah...semoga saya amanah..Amiiiinnnn
Sunday, February 8, 2009
Growing Pain
Huuhhh..Hari ini benar-benar berat, ada sedikitnya 4 Tugas yang menumpuk:
1. Menggambar Teknik Manual.
2. MEnggambar Teknik AutoCAD
3. Meresume artikel tentang Fuzzy Logic
4. Membuat Diagram Algoritma dari penyelesaian tugas no 3.
Waaawwwww.....
Tugas, tugas tersebut baru diberikan pada pertemuan pertama! artinya tugas dikasihin gitu aja tanpa ada pengenalan teknik sebelumnya....
Yah mungkin ini berat yah awalnya...tapi semoga ini merupakan "Growing Pain",,semacam rasa sakit yang dialami seorang anak saat giginya akan tumbuh....
Semoga dibalik kesulitan ini tersimpan banyak manfaat,,Amiiiiinnn.....
1. Menggambar Teknik Manual.
2. MEnggambar Teknik AutoCAD
3. Meresume artikel tentang Fuzzy Logic
4. Membuat Diagram Algoritma dari penyelesaian tugas no 3.
Waaawwwww.....
Tugas, tugas tersebut baru diberikan pada pertemuan pertama! artinya tugas dikasihin gitu aja tanpa ada pengenalan teknik sebelumnya....
Yah mungkin ini berat yah awalnya...tapi semoga ini merupakan "Growing Pain",,semacam rasa sakit yang dialami seorang anak saat giginya akan tumbuh....
Semoga dibalik kesulitan ini tersimpan banyak manfaat,,Amiiiiinnn.....
Wednesday, February 4, 2009
Inkonsistensi Mahasiswa
Tidak heran kalau banyak orang yang mulai meremehkan pergerakan mahasiswa sebagai gerakan pembaharu bangsa. Sebab lambat laun mulai tampak ketidak konsistenan dalam diri wadah wadah gerakan mahasiswa. Selain itu basis massa mahasiswa sendiri dewasa ini telah terpecah menjadi banyak kepentingan seiring masuknya faham-faham politik yang menyebabkan terbeloknya gerakan mahasiswa yang semula satu arah dan satu tujuan, seakan bingung dan kehilangan arah, masing masing saling tarik menarik pengaruh.
Salah satu bentuk inkonsistensi sederhana yang dapat saya cermati di kampus saya sendiri (Fakultas Teknik Universitas Indonesia). Adalah penyikapan mengenai diselenggarakanya SIMAK UI sebagai sarana penerimaan mahasiswa baru dengan porsi yang paling besar. Ujian ini ditengarai sarat dengan intrik dan berpeluang untuk menjadi blunder seperti pelaksanaan UMB 2008.
Pada awal-awal dikeluarkanya SIMAK UI hampir seluruh elemen pergerakan mahasiswa yang ada di Universitas Indonesia menyatakan menolak, bahkan beberapa merasa ditelikung (lagi) oleh pihak rektorat yang mengeluarkan keputusan itu tanpa melibatkan mahasiswa dalam proses pengambilan keputusan. Beberapa aksi protes digelar, dan diantaranya diikuti oleh banyak elemen pergerakan, seperti BEM Fakultas contohnya.
Namun apa yang terjadi beberapa hari yang lalu sungguh mengagetkan. Saat diadakan Open Recrutment untuk dilaksanakanya SIMAK UI di Fakultas Teknik. Ternyata tempat pendaftaran justru diambil di BEM FT!! Bayangkan teman teman. Dimana mereka yang dulu menjadi barisan terdepan saat menolak SIMAK UI? Dimana mereka yang meneriakkan Tolak BHP dan Siman UI di bawah guyuran hujan Desember lalu? dimana? Apa mereka diam?? Atau bersuara tapi saya tak mendengar? Bahkan saya mengetahui ada orang orang yang saat aksi menentan SIMAK UI ikut dengan semangat, sekarang dengan semangat yang tidak kalah tinggi malah mendaftar menjadi pengawas!! Ada apa ini?
Saya memang belum mencoba untuk mengkonfirmasi hal ini kepada elemen BEM FT, namun terlepas dari apapun alasan di balik itu, saya merasa ini adalah benih dari permisifisme terhadap kebijakan rektorat yang tidak perpihak pada masyarakat. Kalau hal seperti ini terus menerus dilakukan maka bukan tidak mungkin pergerakan mahasiswa akan semakin dipandang remeh. Dan ingat di Indonesia, UI menjadi barometer pergerakan mahasiswa. Kalau kita habis? Habislah sudah pilar kelima demokrasi di negeri ini.
Jika memang Totalitas Perjuangan hanya ada dalam lagu, maka jangan pernah nyanyikan lagu itu lagi saat aksi! Karena sungguh itu merupakan suatu penghinaan.
Salah satu bentuk inkonsistensi sederhana yang dapat saya cermati di kampus saya sendiri (Fakultas Teknik Universitas Indonesia). Adalah penyikapan mengenai diselenggarakanya SIMAK UI sebagai sarana penerimaan mahasiswa baru dengan porsi yang paling besar. Ujian ini ditengarai sarat dengan intrik dan berpeluang untuk menjadi blunder seperti pelaksanaan UMB 2008.
Pada awal-awal dikeluarkanya SIMAK UI hampir seluruh elemen pergerakan mahasiswa yang ada di Universitas Indonesia menyatakan menolak, bahkan beberapa merasa ditelikung (lagi) oleh pihak rektorat yang mengeluarkan keputusan itu tanpa melibatkan mahasiswa dalam proses pengambilan keputusan. Beberapa aksi protes digelar, dan diantaranya diikuti oleh banyak elemen pergerakan, seperti BEM Fakultas contohnya.
Namun apa yang terjadi beberapa hari yang lalu sungguh mengagetkan. Saat diadakan Open Recrutment untuk dilaksanakanya SIMAK UI di Fakultas Teknik. Ternyata tempat pendaftaran justru diambil di BEM FT!! Bayangkan teman teman. Dimana mereka yang dulu menjadi barisan terdepan saat menolak SIMAK UI? Dimana mereka yang meneriakkan Tolak BHP dan Siman UI di bawah guyuran hujan Desember lalu? dimana? Apa mereka diam?? Atau bersuara tapi saya tak mendengar? Bahkan saya mengetahui ada orang orang yang saat aksi menentan SIMAK UI ikut dengan semangat, sekarang dengan semangat yang tidak kalah tinggi malah mendaftar menjadi pengawas!! Ada apa ini?
Saya memang belum mencoba untuk mengkonfirmasi hal ini kepada elemen BEM FT, namun terlepas dari apapun alasan di balik itu, saya merasa ini adalah benih dari permisifisme terhadap kebijakan rektorat yang tidak perpihak pada masyarakat. Kalau hal seperti ini terus menerus dilakukan maka bukan tidak mungkin pergerakan mahasiswa akan semakin dipandang remeh. Dan ingat di Indonesia, UI menjadi barometer pergerakan mahasiswa. Kalau kita habis? Habislah sudah pilar kelima demokrasi di negeri ini.
Jika memang Totalitas Perjuangan hanya ada dalam lagu, maka jangan pernah nyanyikan lagu itu lagi saat aksi! Karena sungguh itu merupakan suatu penghinaan.
Kesan Pertama Buat Pak Bintang
Nah temen-temen, ni hari benar-benar hari yang padat dan berat dah, Pas pagi-pagi sebenernya saya ngrasa sedikit kecewa karena ketika kmaren ngecek SIAK NG, Eh ternyata saya mengalami pemindahan kelas sepihak!! Oh man...Perlu diketahui bahwa kmarin saya udah ikut kuliah pagi untuk mata kuliah yang sama Pengantar Ilmu Ekonomi dan Bisnis dengan dosen yang berbeda, beliau adalah Bu Isti, dosen yang terkenal menyenangkan dalam mengajar...setelah ikut kuliahnya, Ternyata beliau benar-benar enak ngajarnya, contoh2 yang digunakan manteb gitu, penjelasanya juga jelas...
Dan ternyata saya dipindahkan ke kelas yang diajar oleh Ir. Sri Bintang Pamungkas M.Si., PhD., SE, Wah saya bingung dah,, di satu sisi saya seneng karena Pak Bintang ini adalah orang yang saya kagumi karena pada zaman semua orang menerapkan prinsip ABS (Asal Bapak Senang), Pak Bintang berani menjadi sosok yang fokal, bahkan Beliau sempat beberapa kali merasakan dinginya dinding hotel prodeo.
Karena belum pernah bertemi dengan Pak Bintang, awalnya saya mengira beliau adalah pribadi yang kaku dan tidak menyenangkan, kesan pertama yang saya dapat adalah beliau adalah orang yang rapi, masuk ke kelas menggunakan pakaian rapi lengkap dengan dasi, beliau membawa 3 buah buku, dua diantaranya bertuliskan nama beliau besar besar SRI BINTANG PAMUNGKAS, dari sini saya menyimpulkan mungkin beliau orang yang terbuka (sotoy mode "on"!! hehehe)...
Kuliah diawali dengan suasana yang hening, wajar sebab teman-teman sudah punya penafsiran sendiri soal Pak Bintang dalam benaknya masing-masing, hehehehe,,,dan rata rata mereka berpersepsi bahwa Pak Bintang ini orangnya agak kaku,,
Tapi perlahan situasi berubah, Pak Bintang mulai menjelaskan silabus dengan lancar dan lugas. waktu beliau nerangin, g terdengar satupun suara dari temen-temen. Pada diem semua. Lalu pak bintang mulai menyisipkan joke-jokenya yang menyenangkan. Jadi situasi menjadi cair dan menyenangkan. Namun tetap penuh kejutan. hehehe
Beliau langsung mengingatkan bahwa bagi beliau Absensi itu tidak penting, jadi terserah kami apakah mau masuk atau tudak, beliau juga tidak menerapkan kuis sehingga parameter penilaian hanya menggunakan UTS dan UAS (50% @ masing-masing ujian)..Waw berat memang tapi Insya Allah saya bisa dapet bagus..Amiiiiinnnn
Pak Bintang juga bilang bahwa aneh jika seorang akademisi tidak terlibat atau minimal suka pada politik. Karena dasar dari hak-hak mengajar kata beliau adalah pasal 31 UUD 45,,Yang notabene adalah bagian dari Undang Undang Dasar yang merupakan buah dari sistem Politik.
Intinya kesan untuk pak BIntang : Akademisi, Ahli, Politik, Berselera Humor, Suka yang rapi rapi..
Mohon Bimbinganya Pak!!!
Dan ternyata saya dipindahkan ke kelas yang diajar oleh Ir. Sri Bintang Pamungkas M.Si., PhD., SE, Wah saya bingung dah,, di satu sisi saya seneng karena Pak Bintang ini adalah orang yang saya kagumi karena pada zaman semua orang menerapkan prinsip ABS (Asal Bapak Senang), Pak Bintang berani menjadi sosok yang fokal, bahkan Beliau sempat beberapa kali merasakan dinginya dinding hotel prodeo.
Karena belum pernah bertemi dengan Pak Bintang, awalnya saya mengira beliau adalah pribadi yang kaku dan tidak menyenangkan, kesan pertama yang saya dapat adalah beliau adalah orang yang rapi, masuk ke kelas menggunakan pakaian rapi lengkap dengan dasi, beliau membawa 3 buah buku, dua diantaranya bertuliskan nama beliau besar besar SRI BINTANG PAMUNGKAS, dari sini saya menyimpulkan mungkin beliau orang yang terbuka (sotoy mode "on"!! hehehe)...
Kuliah diawali dengan suasana yang hening, wajar sebab teman-teman sudah punya penafsiran sendiri soal Pak Bintang dalam benaknya masing-masing, hehehehe,,,dan rata rata mereka berpersepsi bahwa Pak Bintang ini orangnya agak kaku,,
Tapi perlahan situasi berubah, Pak Bintang mulai menjelaskan silabus dengan lancar dan lugas. waktu beliau nerangin, g terdengar satupun suara dari temen-temen. Pada diem semua. Lalu pak bintang mulai menyisipkan joke-jokenya yang menyenangkan. Jadi situasi menjadi cair dan menyenangkan. Namun tetap penuh kejutan. hehehe
Beliau langsung mengingatkan bahwa bagi beliau Absensi itu tidak penting, jadi terserah kami apakah mau masuk atau tudak, beliau juga tidak menerapkan kuis sehingga parameter penilaian hanya menggunakan UTS dan UAS (50% @ masing-masing ujian)..Waw berat memang tapi Insya Allah saya bisa dapet bagus..Amiiiiinnnn
Pak Bintang juga bilang bahwa aneh jika seorang akademisi tidak terlibat atau minimal suka pada politik. Karena dasar dari hak-hak mengajar kata beliau adalah pasal 31 UUD 45,,Yang notabene adalah bagian dari Undang Undang Dasar yang merupakan buah dari sistem Politik.
Intinya kesan untuk pak BIntang : Akademisi, Ahli, Politik, Berselera Humor, Suka yang rapi rapi..
Mohon Bimbinganya Pak!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)