
"Besok rapat jam 3 bisa datang kan? bales ASAP"
Potongan pesan pendek atau sms macam di atas itu sering banget saya dapati, dan secara tidak sadar, sering juga saya gunakan. Sebenarnya, apabila kita berpikir secara nilai etika, apa yang kita sering temui dalam akhir pesan pendek tersebut adalah hal yang kurang etis teman. Kenapa? Sebab tanpa kita suruh sekalipun, apabila hal yang kita sampaikan dalam pesan tersebut adalah hal yang penting maka dengan sendirinya penerima pesan tersebut tidak akan berlama-lama untuk membalas maupun menanggapi pesan yang kita kirimkan. Alasan lain dari ketidak etisan dari hal tersebut adalah adanya unsur paksaan atau desakan dalam penyampaian maksud yang kita sampaikan, mungkin bukan masalah apabila kita melakukan ini pada teman sebaya. Namun apa jadinya bila kebiasaan ini terbawa sampai pada saat kita berhubungan dengan relasi yang menginginkan hubungan formal. Tentu hal ini dapat menimbulkan masalah.
Dalam tulisan ini saya bukan ingin mengulas permasalahan ini secara psikologis. Karena jelas itu bukan kompetensi saya. Namun ada baiknya kita melihat masalah ini dari segi yang sederhana-sederhana saja, yang nyantai-nyantai saja. hehehe... Masalah seperti ini rentan timbul karena:
1. Kita tidak punya prioritas yang jelas antara mana pesan yang harus dipahami, ditanggapi, atau cukup sekedar kita baca sekilas lalu kita hapus karena isinya nggak lebih dari HOAX belaka.
2. Kita cenderung tidak segera melakukan apa yang diminta oleh pengirim pesan, sehingga kita menundanya. Menunda meskipun terhadap hal yang sangat sederhana dapat berakibat fatal. Terutama bagi orang orang yang memiliki kebiasaan untuk bersifat kurang disiplin (contohnya saya.. hahaha)
contoh :
sms : "Tolong kirimkan nama anda, alamat email dan nomor kartu identitas yang anda miliki, penting untuk pendaftaran seminar SUPER GENIUS MEMORY!! Segera, tempat terbatas"
Nah karena saat menerima SMS itu anda sedang tidak membawa dompet atau anda lagi asik melakukan hal lain, kita cenderung menunda hal itu dan memilih untuk meneruskan apa yang sedang asyik kita tekuni. Hal ini akan merugikan karena bisa-bisa kesempatan kita buat ikut seminar hilang hanya karena kita tidak segera menanggapi tawaran tersebut. Sangat disayangkan kan. Itu baru undangan seminar lho, gimana kalo yang sms nawarin calon istri idaman (agak ekstrim contohnya..hehehe)
Tips :
Tips sekedarnya buat masalah ini :
1.Biasakan untuk memprioritaskan berbagai pesan yang anda terima berdasarkan tingkat kepentinganya dan seberapa mendesak isi pesan tersebut.
2.Segera tanggapi pesan yang anda terima, jika memang isinya adalah suatu yang penting.
3.Bila anda orang yang pelupa dan kurang bertanggung jawab, cobalah untuk mengambil tanggung jawab yang berhubungan dengan meneruskan informasi di lingkungan anda. Misal jadi penanggung jawab jarkom di angkatan kuliah. Atau masuk ke bidang Humas dari sebuah kepanitiaan. Percayalah, terkadang kita perlu paksaan untuk berubah.
Lalu apa untungnya buat kita dengan cepat membalas pesan orang, apa baiknya buat kita? Menurut saya, dengan kita membiasakan untuk memperlakukan orang dengan baik, secara otomatis kita akan mendapatkan perlakuan yang sama ketika kita membutuhkan respon cepat dari orang yang kita hubungi. Jadi Insya Allah kita gak akan terkatung-katung menunggu jawaban dari orang yang kita butuhkan selama kita tidak melakukan hal serupa pada orang lain. Sebab bukankah sudah hukum alam bahwa yang menanam akan memetik ?
Semoga Bermanfaat bagi yang membaca, dan yang menulis.
1 comment:
wah wah... berarti sms ku yang kemarin... sangat2 nggak penting buat kak dwiki dong... :'(
Post a Comment