Monday, February 6, 2012

Rindu

Malam ini gua berkesempatan mendapatkan tausiyah sekaligus ngobrol-ngobrol dengan beberapa orang Turki. Mereka ini adalah aktivis gerakan di Turki yang berperan aktif dalam pemberdayaan Muslim di negara-negara berkembang. Gua kurang yakin mereka ini dari golongan apa tapi melihan pendekatan mereka yang moderat dan kembencian mereka terhadap sekularitas dan seringnya mereka menyanjung Rejep Tayyip Erdogan gua kira kira mereka ini orang-orang Ikhwanul Muslimin. Tapi apapun haraqahnya gua tetap enjoy dengan apa yang mereka sampaikan.

Abdul, seorang Turki sudah setahun dia di Malaysia berdakwah gitu doi sekalian ngajar bahasa Turki di salah satu lembaga di sana dan belajar agama juga. Meski terkendala bahasa dimana si Abdul ini nyampaiin pakai bahasa melayu bercampur Turki (untung temen gua ada yang ngerti dikit-dikit). Tapi gua nangkep semangat dia untuk berbagi dan memotivasi gua dan temen-temen sebagai aktivis Muslim untuk bangkit dan semangat dalam menuntut ilmu dan menegakkan perintah Allah. Nah yang unik adalah ketika dia nyebut 3 musuh utama Islam saat ini yang harus segera ditanggulangi, tau ngga apa yang disebut? Dia ngga bilang Yahudi, Kristen atau agama-agama atau faham lain. Musuh yang harus dihadapi utama adalah: 1. Perpecahan 2. Kebodohan dan 3. Kemiskinan. Great!!! Keren cing!!! dan gua yakin tiga biji masalah itu adalah masalah yang diutamakan di semua agama.

Ya kali gitu kan ada agama yang mencintai tiga hal itu, ngga mungkin karena agama itu turun untuk menyempurnakan akhlak umatnya, dan wujud nyata dari akhlak yang baik adalah produktifitas hidup dan kualitas hidup yang meningkat :D Nah pendek kata, Abdul menyampaikan kalo generasi pemuda pembelajar macam kita ini musti memandang diri kita layaknya burung pipit. Ya burung pipit yang punya dua sayap dan butuh keduanya untuk bisa terbang, satu sayap itu ya Ilmu Agama, Spiritualitas dan hal-hal yang terkait dengan pedoman hidup, sementara sayap yang satu lagi adalah ilmu pengetahuan maka dua hal ini harus berimbang dan tidak saling menghilangkan. Well sebuah masukan yang ringan, sederhana tapi cukup mengena buat gua.

Lha terus kenapa postingan ini judulnya Rindu? Lha apa ini salah judul? ngga men. Jujur aja abis ngobrol ama tuh temen-temen turki gua jadi rindu aja, udah lama gua ngga ngomongin (diskusi) tentang hal-hal yang tulus kaya gini tanpa embel-embel politik, tanpa keraguan akan konspirasi dan tanpa tetek bengek yang bikin ribet. Gua rindu saat dimana ada orang yang ngingetin gua kalo hidup itu ya hidup, dateng, hidup singkat tapi penuh makna terus pulang deh ke hadirat Allah SWT. Coba lo lihat di sekitar lo berapa orang yang lupa, lengah, atau mendramatisir tentang aksioma hidup yang mestinya sederhana ini. Betapa banyaknya orang yang mencoba membangun kedamaian diatas kecurigaan, padahal musuh-musuh humanisme itu sama dan kenapa kita ngga lupain perbedaan perbedaan itu dan mulai berbuat yang baik dari langkah terkecil.

Gua rindu utopia mungkin. :D

No comments: