Beberapa hari yang lalu, saya dapet pertanyaan yang cukup lucu.
"Mas, kenapa sih lo suka nyinyir sama golongan A? Posisi lo gimana? Sebenernya tujuan lo apa?"
Pertanyaan macam ini bikin saya berkesimpulan, beberapa orang beranggapan bahwa kritik bukan bagian dari proses mencintai. Padahal saya beranggapan sebaliknya, kritik adalah bentuk perhatian, bentuk kepedulian dan bentuk pengorbanan.
Coba cek orang di sekitar anda, siapa yang paling sering mengkritik anda? Yang paling keras mengingatkan ketika anda berbuat salah? Besar kemungkinan mereka adalah orang orang yang nyata nyata sangat cinta pada anda. Bisa Ayah, Ibu, Saudara, Sahabat, Guru dan lain lain.
Bagi saya, orang yang dalam cinta nya tidak mengenal kritik maka belajar dia tentang cinta baru sampai semester dua.
Sekian
No comments:
Post a Comment