Saya lihat wajah Umat Islam akhir akhir ini (setidaknya yang saya lihat di keseharian saya, di Indonesia) itu seperti sekumpulan ikan ikan kecil yang jumlahnya banyak sekali. Ikan ikan ini, entah apa sebab dan motivasinya, sibuk berantem satu sama lain.
Akibat gesekan fisik dari ikan ikan kecil yang berantem ini, darah pun keluar. Bau darah ini, kemudian dicium oleh pemangsa, katakanlah ikan hiu. Ikan hiu ini mendapat petunjuk jelas, dimana, kapan dan bagaimana cara terbaik untuk memangsa ikan ikan ini. Gampang aja toh namanya pemangsa, udah takdirnya peka terhadap bau anyir darah.
Ikan hiu pun datang, menghajar, memangsa, menebas, dan menumpahkan lebih banyak darah. Ikan ikan kecil sejenak terpana, menyadari betapa mereka telah lemah dan sibuk bertikai satu sama lain.
Lalu apakah mereka kemudian bersatu? Tidak, selanjutnya mereka sibuk menuding kelompok ikan kecil mana yang menjadi antek ikan hiu yang disisipkan untuk menghancurkan kelompok kelompok ikan kecil itu. Darah makin anyir, ikan hiu makin ramai berdatangan.
No comments:
Post a Comment