Selama saya sekolah,,dari mulai SD, SMP, SMA kuliah di ITS sampai akhirnya pindah ke UI saya nemuin satu hal yang selalu terjadi di lingkungan akademis yang saya tinggali. Mungkin karena terus-menerus tinggal di lingkungan yang homogen saya jadi bisa menarik suatu benang merah dari orang orang di sekitar lingkungan belajar saya. Yaitu adalah kurangnya minat dan keberanian untuk BERTANYA. entah karena tidak ada yang ditanyakan, atau takut terlihat bodoh di depan orang banyak. haha
Mungkin bagi kebanyakan orang, masalah ini bukan masalah yang penting, sebab paradigma yang dibangun oleh alur pendidikan di Indonesia adalah paradigma untuk menjawab pertanyaan. Jadi masa bodo apakah kita mahir bertanya atau tidak, bisa melihat celah dari sebuah argumen atau tidak asalkan kita bisa menjawab pertanyaan dengan baik maka masalah akan terselesaikan. Padahal menurut saya, mencari jawaban dan kebenaran dengan metode bertanya, adalah jauuuuh lebih menarik, lebih menantang dan lebih berkesan daripada menemukan jawaban dengan menjawab.
Bukankah setiap inovasi-inovasi di dunia ini, berawal dari sebuah pertanyaan? Berawal dari ketidak tahuan? Sehingga sebuah pertanyaan, yang dilontarkan oleh seorang yang mungkin tidak begitu hebat, tapi berani dan mampu untuk berpikir di luar batas mampu menjadi pemicu bagi ledakan jawaban-jawaban dari orang-orang di sekitarnya, mereka yang lambat laun melengkapi akar,batang daun dari pohon pemikiran yang bibitnya disemai melalui sebuah pertanyaan, bukan sebuah jawaban.
Menurut saya pribadi neh,, ada beberapa penyebab orang males buat bertanya:
1. Kurang memperhatikan topik, sehingga gak ngerti dah, apa yang mau ditanyain.
2. Ngerasa udah jago, jadi ndak perlu nanya.
3. Takut pertanyaan saya dinilai "dangkal" trus diketawain oleh seisi forum.
4. Dst (hahaha)
Sebenernya hal-hal itu bisa sedikit teratasi dengan beberapa tips berikut, tips biar kita g malu buat nanya:
1.Pantengin baik-baik tuh,, apa yang dijelasin dan perhatikan benar-benar apa unsur-unsur 5W+1H udah benar benar terakomodasi dalam penjelasan yang disampaikan. Kalo belum, tanyai gan!! itu ladang kita buat menggali lebih jauh.
2.Banyak bacaaaaaa.... Apapun baca aja dah, haha suatu saat pasti pengetahuan itu bakal berguna kok. (Jadi inget pas diskusi ama Bang Randi di atap EC..hehe)
3.Jangan pernah takut buat diketawain, orang-orang yang ketawa cekikikan itu belum tentu bisa bertanya sebagus pertanyaan anda.
Nah step-step sederhana itu Insya Allah bisa membantu kita untuk enggak segan buat bertanya. Dengan bertanya gan, kita bakal dapet lebiiiiihhh banyaaaakk hal lagi, percaya dah.
Segini dulu dah, soalnya lagi mau UAS, haha..Bertanya terus dan terus hingga ketidak-tahuan lelah membelenggu pikiranmu....:)
1 comment:
setuju..
menurutku iu sudah "membudaya",,
banyak yang bilang, klo kurikulum di Indonesia tuh lebih susash..tapi kita liat kenyataan sekarang..
banyak akademistis yang tidak bisa mengembangkan ilmunya,,kasarnya..nampang gelar doang...
ayo.. coba berpikir lebih maju,berkembang, dan dinamis
Post a Comment