Saat pertama kali aku bertemu kalian
Muka muka polos
Menatap penuh tanda tanya
Dengan mulut cemong bekas ingus dan makan siang yang tampaknya tidak terlalu sedap
Pagi ini kembali aku rasakan romansa yang sama seperti dulu
Saat pertama kali aku berteriak atas nama kalian
Dengan kepal tangan menantang langit
Menatap angkuhnya gedung Dewan Pencoleng
Dengan nafas naik turun dibalut semangat yang menggebu
Pagi ini kembali aku rasakan romansa yang sama seperti dulu
Saat pertama aku dengar tawa-tawa riuh itu
Bersama kalian anak-anak kecil yang belum juga lancar membaca
Bersama kalian yang terdiam ketika kutanya ingin jadi apa
Dengan niat yang pantang putus untuk terus belajar dan bermimpi
Jangan takut orang orang tertindas
Jangan takut anak-anak yang dikhianati sistem pendidikan formal
Jangan takut orang-orang yang tersisih
Aku bersama kalian
No comments:
Post a Comment