Monday, April 2, 2012

Terlebih Dahulu

Aku bukan tak mau beradu logika
Aku bukan takut dibilang tidak cerdas
Sedikitpun, catat ini, sedikitpun aku tak takut dengan cap-cap itu
Cap yang hendak kau patenkan pada jidatku

Yang feodal lah, yang liberal lah, yang fanatik lah
Yang Islam lah, Yang Kristen lah, Yang Budha lah, Yang Hindu lah
Yang Masjid lah, Yang Gereja lah, Yang Pura lah, yang Vihara lah
Sedikitpun aku tak takut

Tapi sebelumnya temanku, coba kau tarik akalmu itu panjang panjang
Tak malukah kamu pada awan di atas sana?
Yang jadi saksi bahwa
Dibawah langit yang sama masih ada orang susah makan
Sementara yang lain buang-buang makan.

Tapi sebelumnya musuhku, coba kau tarik akalmu itu panjang panjang
Tak malukah kamu pada cacing-cacing di bawah situ?
Yang jadi saksi bahwa
Di atas bumi yang sama masih ada orang susah baca
Sementara yang lain mahir betul pelintir teorema

Dan kau mau ribut denganku soal yang itu itu lagi?
Aku tak melarang, tapi saranku....
Terlebih Dahulu kita urusi itu mereka yang tiap malam berdoa, dalam susah berdoa, dalam rintih dan keluh kesah berdoa

Karna bisa jadi
Kita yang harusnya jadi jawaban doa mereka.

No comments: