Wednesday, April 11, 2012

Gagal dan atau Ditolak itu Biasa Saja



Ditolak, atau gagal seringkali jadi hal yang bikin kita terpuruk, jatuh, tertindas, tergilas dan pecah berantakan hingga berkeping keping, oke ini mulai lebay ngga asik, pokoknya bikin down deh. Semangat membuncah yang udah dibangun bisa tiba-tiba ilang kayak dana BLBI, langit yang semula biru cerah, bisa tiba-tiba jadi merah kehitaman gitu, pokoknya serem. Dan jujur aja sih, penulis (ceilah penulis, saya maksudnya guys) baru saja mengalami penolakan yang cukup nylekit kemarin. Ditolak permintaan rekomendasi untuk beasiswa nya sama seorang dosen yang selama ini sangat saya hormati. Jujur saya kecewa, emosi, dan jadi males setelah ke jadian itu. Tapi inget beberapa kegagalan yang berujung nikmat justru saya jadi malu sendiri dan terdorong untuk menulis tulisan ini (ciamik ngga alasan gua? jadi terlihat penting kan tulisan ini? ada bakat gua jadi anggota DPR)

Oke bicara tentang kegagalan atau penolakan mari kita ambil contoh dari yang keren-keren atau yang kece-kece. Contoh yang saya ambil pertama ini adalah seorang yang agak serius guys, an expert bahasa oke nya. Kalau temen-temen belajar tentang Teknik Industri, atau minimal suka mengamati perkembangan Industri. Temen-temen akan menyadari dan dipaksa mengakui bahwa salah satu sistem produksi yang paling yahud dan topcer itu adalah punya toyota. Yang biasa kita kenal dengan TPS (Toyota Production System), sistem ini diakui merevolusi dunia Industri.

Toyota Production System

Diatas merupakan gambar diagram alur Toyota Production System yang mulai tahun 1960 menjadi filosofi yang kuat yang dapat dipelajari untuk digunakan oleh semua jenis bisnis dan proses. Jika kita cermati, maka dalam proses tersebut ada sebuah upaya untuk secara terus menerus meningkatkan efisiensi adan efektifitas proses pengerjaan (yang bagian tengah). Nah untuk mencapai peningkatan kualitas itu digunakan sebuah framework evaluasi performa yang
sistematis dengan urutan PDCA (PLAN-DO-CHECK-ACTION). Siklus ini kemudian dikenal dengan mana Deming Cycle.

W. Edward Deming


Disini bagian menariknnya guys, jadi penerapan konsep ini oleh mula-mula industri Jepang, justru didorong oleh seorang Amerika. Bernama W. Edwards Deming. Meski akhirnya dikenal sebagai salah seorang pemikir statistik kualitas yang paling berpengaruh di Amerika dan mendapat penghargaan National Medal dari Presiden Reagan. Konsep yang dibawa Deming ternyata tidak diterima dengan baik oleh perusahaan-perusahaan di Amerika yang kala itu sedang memimpin pasar dan telah memiliki sistem produksi yang robust. Namun di belahan dunia lain yang tengah porak poranda oleh perang dunia di Jepang konsep yang dibawa Deming ternyata berhasil memicu perkembangan industri Jepang sehingga menjadi penantang serius bagi perusahaan Amerika.

Selain budaya Kaizen yang dimiliki oleh bangsa Jepang sehingga apa yang dibawa Deming menjadi lebih mudah diterima faktor kegigihan dan kepercayaan diri yang dimiliki Deming untuk dapat mensintesa sistem perbaikan kualitas yang mendobrak budaya manufaktur lama adalah suatu hal yang harus diakui menjadi faktor penentu kesuksesan berkembangnya sistem ini. Baru hampir setelah dua puluh tahun konsep ini pertama digagas perusahaan Amerika yang sedang dalam masa sulit terdorong untuk memakai konsep yang dikembangkan oleh Deming. Perusahaan Amerika pertama yang menggunakan konsep ini adalah Ford pada tahun 1981.

Oke, mari beralih ke contoh kedua, ini tentang seorang pemain sepak bola guys. Ya ini tentang Zinedine Zidane. Seorang pemain yang diakui sebagai seorang pesepak bola terbaik yang pernah ada di Dunia. Mencatatkan prestasi lengkap mulai dari liga domestik, eropa, hingga piala dunia bersama Prancis membuat dia meraih berbagai penghargaan individu. Salah satunya adalah pemain terbaik dunia tiga kali.

Zinedine Zidane

Siapa sangka, ternyata seorang Zinedine Zidane pernah ditolak oleh sebuah club di Inggris. Ya, Newcastle United pernah menolak Zidane ketika agennya menawarkannya untuk pindah dari tim Prancis Bordeaux tahun 1996. Saat itu alasan yang dikemukakan adalah bahwa pemain ini tidak cukup bagus untuk memperkuat lini tengah Newcastle United. Ternyata penolakan ini justru berujung manis karena Zidane akhirnya mendapat kesempatan untuk membela Juventus sebelum akhirnya ke Real Madrid dengan status pemain termahan di Dunia.

Dari dua contoh diatas kita bisa lihat bahwa untuk dapat diakui sebagai sebuah hasil kerja yang brilian bahkan sebuah konsep yang benar-benar brilian dan revolusioner membutuhkan waktu berpuluh tahun dan kegigihan yang luar biasa. Bahkan seorang pemain terbaik dunia harus sempat merasakan penolakan oleh tim sepak bola karena dianggap tidak cukup bagus. Ini mestinya jadi pemicu kita guys kalo baru sedikit saja gagal atau ditolak, itu biasa saja. Kita cuman butuh terus mengasah dan konsisten di jalur kita sampai kesempatan itu datang dan ketika dia bertemu dengan kesiapan terciptalah keberuntungna yang akan jadi jalan sukses kita.

Semoga Bermanfaat!!! :D

No comments: