Penggusuran di Jalur Kereta
Itu bukan lepra yang menjalar dari Bogor ke Jakarta
Memang! Iya dia sama sama merontokkan
Namun yang rontok bukan sekedar jari jemari tangan atau kaki
Melainkan mulut penghidupan, serta mata dan telinga keadilan
Tapi, seperti semua hal di era modern ini
Rupanya hal semacam lepra ini pun ikut menjadi cerdas
Dia tidak menubruk sama rata, dia memilih milih.
Hanya yang bau kencing dan kumal yang disapu olehnya
Mulut mulut penghidupan yang terang benderang, aman atau setidaknya nanti dulu
Dan dari mulut mulut digital kalian terlontar anak panah caci maki
Yang satu merasa sudah memahat gamping keapatisan
Yang lain merasa paling pintar, dengan kepala penuh omong kosong dan rumus palsu
Sementara atap atap terus roboh, airmata terus kering, dan akal sehat tengah sekarat
Sembari menunggu mereka yang kepalanya brilian selesai berdebat
Sembari kontak-kontakan sama teman temannya yang membuat sibuk para pemimpin tuli
Diujung kelokan, Setan paling jahat bersandar menunggu sambil goyang goyang tanduk kegirangan
Membuka tangan, menyiapkan pelukan terhangat bagi mereka manusia-manusia tergusur
Beberapa cukup kuat untuk tidak menyambut, sebagian lain tidak punya banyak pilihan.
No comments:
Post a Comment