Friday, April 12, 2013

Singkat (sekali) tentang Supply Chain Management

Ilustrasi Supply Chain (sumber: link)

Untuk sharing kali ini, gua memilih cerita sedikit tentang SCM, kenapa? Karena menurut gua tema ini penting buat semua kalangan, baik itu mahasiswa, praktisi, akademisi bahkan wirausahawan/wati. Perencanaan dan pelaksanaan SCM di suatu perusahaan itu memegang peranan yang sangat besar terhadap performa perusahaan. Di beberapa industri beresiko tinggi, kegagalan pemenuhan proyek gara gara perencanaan SCM yang kacau bisa berujung pada gagalnya sebuah mega proyek atau bahkan tutupnya sebuah perusahaan karena nggak sanggup menghasilkan barang dengan harga yang kompetitif karena besarnya biaya yang keluar di proses supply chain nya.

Jadi apa itu Supply Chain Management?


Ilustrasi Supply Chain (Sumber: John Meredith Smith/Logistic and Out-Bond Supply Chain/Penton Press, 2002)

Secara umum, supply chain dapat diartikan sebagai rantai pasok dari sebuah barang mulai dari berupa bahan mentah, sampai sampai ke tangan konsumen, dan kembali ke produsen dalam bentuk imbal balik (feedback)

Ada tiga aliran utama dalam sebuah system supply chain yang umumnya jadi perhatian:

  1.      Aliran Barang
  2.      Aliran Uang
  3.      Aliran Informasi
Dimana ketiga aliran ini harus dijaga agar supply chain yang kita miliki tetap efektif dan efisien.

Seberapa besar kontribusi supply chain cost terhadap harga suatu barang?

Kontribusi biaya supply chain dalam pengadaan suatu barang atau jasa pada umumnya mengambil porsi hingga 60%. Maka peningkatan efisiensi supply chain dapat berdampak besar terhadap peningkatan keuntungan perusahaan.

Bagaimana Pemetaan Aktivitas pada Supply Chain Management?

Karena perbedaan pola kerja, tantangan dan parameter kesuksesan, biasanya sebuah peta supply chain dalam sebuah perusahaan dibedakan menjadi empat bagian.




Pemetaan Aktivitas Supply Chain
Biasanya aktivitas supply chain di sebuah perusahaan dibagi jadi empat bagian:


  1.      Plan: Proses perencanaan disain supply chain dari sebuah produk, termasuk di dalamnya penentuan dan peramalan volume produksi.
  2.      Source: Proses pendapatan bahan baku, sampai dia sampai di gudang bahan baku. Mulai dari menghubungi supplier sampai deal dan memastikan barang tiba tepat waktu.
  3.      Make: Proses dari mulai barang keluar dari gudang bahan baku, difabrikasi sampai masuk ke gudang barang jadi.
  4.      Deliver: Proses dimana barang dialirkan dari gudang barang jadi sampai ke tangan konsumen

Tantangan di tiap bagian ini terntu berbeda, sehingga strategi yang diterapkan di tiap bagian juga berbeda. Bahkan parameter kesuksesan di tiap bagian bisa jadi bertolak belakang, semisal, di bagian deliver tentu akan lebih ekonomis jika barang yang dikirim benar benar sesuai dengan apa yang konsumen minta, namun fluktuasi ini tentu akan tidak ekonomis jika ditinjau dari sudut pandang proses make. Demikian yang biasa ditemui dalam operasional sebuah perusahaan.

Apa hubungan antara supply chain, strategi operasi dan business goal?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, gua menemukan sebuah diagram yang cukup baik dari buku Gower Handbook of Supply Chain Management





Dari diagram diatas dapat dilihat bagaimana hubungan antara business goal, strategi bisnis, hingga pada perumusan visi dan kapasitas supply chain.

Apa parameter kesuksesan dari sebuah supply chain management system?

Dari berbagai parameter yang rumit untuk setiap kelompok aktivitas supply chain, dapat diringkaas bahwa supply chain yang baik akan sanggup menghadirkan barang:
  •     Pada tempat yang benar
  •     Di waktu yang tepat
  •     Dengan jumlah yang tepat
  •     Dalam keadaan yang prima
  •     Dengan biaya paling rendah

Sekian sedikit tentang supply chain management, mengingat karakteristiknya yang akan sangat beragam sesuai dengan industri masing masing, serta pendekatan optimalisasi yang sangat beragam pada setiap aktivitasnya semoga uraian singkat ini dapat memicu teman teman untuk menggali lebih dalam tentang supply chain management. Thanks!!





No comments: