Tuesday, March 16, 2010

Sedikit Jawaban dari Kantek

"Mas, ya coba kamu sepertinya kamu lagi pegang PD PRT yah (Maksudnya PD PRT IKM FTUI), coba bacakan di depan forum bunyi kode etik IKM FTUI" Pinta Bang Titos, "Ok Bang" Qi Yahya, ketua IMS 2010, maju dan membacakan kode etik IKM FT UI poin demi poin.

Penggalan kejadian itu yang saya saksikan di Forum Pembahasan Progress PPAM I yang diadakan di Kantin Teknik hari senin 15 Maret 2010 jam 16.00. Bang Titos (PO PPAM 2008), mengawali pemaparanya tentang sejarah dan kilas singkat PPAM dengan meminta salah satu dari peserta forum untuk membacakan poin demi poin kode etik IKM FTUI. Awalnya saya bingung kenapa Bang Titos mengambil start begitu jauh, kenapa gak langsung hajar saja dengan fakta-fakta tentang pengaruh PPAM terhadap dunia kemahasiswaan dan dampak positifnya terhadap aspek akademis mahasiswa FT.

Tapi setelah saya simak, ternyata saya dapat hal yang akhirnya menjadi judul dari postingan kali ini, Sedikit Jawaban dari Kantek.

Biar kebayang berikut saya cantumkan kode etik IKM FTUI, yang menjadi jantung pergerakan dan pembinaan di wilayah IKM FTUI :

1. Anggota PPAM merupakan insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaa Esa.
2. Anggota IKM FTUI merupakan insan terpelajar yang selalu menunjukkan komitmen yang tinggi pada dunia pendidikan.
3. Anggota IKM FTUI merupakan mahasiswa yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Bangsa Indonesia.
4. Anggota IKM FTUI merupakan insan yang berjiwa kemanusiaan tinggi dan peka terhadap perkembangan politik, ekonomi, sosial, budaya , pertahanan dan keamanan di masyarakat.
5. Anggota IKM FTUI menjunjung tinggi semangat kebersamaan, kekeluargaan, persatuan dan kesatuan IKM FTUI sesuai dengan hukum yang berlaku di lingkungan IKM FTUI.
6. Aggota IKM FTUI selalu menghormati dan menjunjung tinggi serta menjaga nama baik almamater dan civitas akademikanya.

Selesai Qi Yahya membacakan kode etik tersebut,, Bang Titos mengambil alih lagi forum dan memberikan penekanan bahwa Pembinaan yang dilakukan di IKM FTUI adalah pembinaan yang tepat karena kampus tidak menjamin, individu individu mahasiswa di FTUI memiliki karakteristik seperti yang diamanatkan oleh kode etik IKM FTUI

Wah,, karena situasinya waktu itu lagi sore-sore gitu (perut lapar gan), saya butuh waktu buat mencernya perkataan Bang Titos yang bagi orang cetek seperti saya kata-kata termasuk berbobot berat, hehe..

Semenit dua menit,, akhirnya saya nangkep apa yang dimaksud ama Bang Titos, kalau semestinya Pihak Kampus dan mahasiswa bisa bekerja sama demi tercapainya tujuan yang sama-sama mulia, tercetaknya mahasiswa FT yang berkualitas dan sangggup untuk survive di dunia nyata. Bukan sekedar jaya saat jadi mahasiswa tapi juga bisa berkontribusi nyata saat udah terjun langsung di dunia nyata.

Coba kita sama-sama sadari kalo apa yang diamanatkan oleh kode etik itu selama ini kita dapat bukan semata dari kampus, namun juga dari keterlibatan IKM FTUI melalui program program kerja yang dilaksakan oleh struktur lembaganya, poin 1. Tentang mahasiswa yang berketuhanan, bisa kita rasakan dari organisasi-organisasi keagamaan (FUSI, KUKTEK, PO, KMB, dan WKK lain), 2. Tentang komitmen pada dunia pendidikan, bisa kita rasakan dari PIPTek berbagai lembaga, TIS, Teknika dll. 3. Tentang mahasiswa yang aktif dalam dalam perkembagan ilmu pengetahuan dan teknologi, dapat kita rasakan dari Piptek dan proker-proker yang berhubungan dengan penerapan teknologi (LKTM, LKTI, SPWI, PGD, dll misalnya). 4. Mahasiswa yang berjiwa kemanusiaan tinggi dan peka sospolekbudhankam, bisa kita dapat dari proker proker sosial dan kebudayaan, BEM FT punya kersos, BKST punya CRAFT. 5. Mahasiswa dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kesatuan di IKM FTUI, contoh gampangnya adalah pada proker Teknik Cup dan proker liga-liga jurusan, dimana semangat kebersamaan menjadi penggeraknya 6. Menghormati dan menjunjung tinggi nama baik civitas akademika, contoh kecilnya dapat kita ambil dari penyelenggaraan MAP (Malam Apresiasi Prestasi,) yang akan menghasilkan mapres-mapres yang akan mengharumkan nama FTUI di tingkat Univ dan Nasional.

Bayangkan siapa yang berperan dalam pembentukan karakter tersebut pada mahasiswa FT, bila pembinaan IKM FTUI tidak berjalan dan berujung pada tidak adanya suplai kader dalam meneruskan IKM. Tentu hal ini akan membawa dampak yang buruk pada seluruh entitas di FT UI.

Jadi jelas, bahwa sebenarnya tidak ada alasan bagi Pihak Kampus dan Mahasiswa untuk berada pada pihak yang bersebrangan dalam memandang pembinaan di IKM FTUI. Yang perlu adalah untuk dijalin suatu komunikasi yang sebaik-baiknya untuk sama-sama mewujudkan situasi pembinaan yang menyeluruh bagi individu-individu mahasiswa FT UI. Semoga hal itu dapat terwujud.

Hidup teknik UI, Hidup teknik UI, Fakultas Teknik yang Kucintai..... (Potongan Mars Teknik UI)

Wasalam...

No comments: