S: "Mas muslim?"
D: "Iya Pak"
S: "Oh saya kira non muslim, makanya tadi saya matikan radio ngaji nya"
D: "......." *senyum* sambil membatin "Masya Allah, begitu kerennya Bapak ini, sepanjang jalan mencari penumpang mobilnya dihiasi lantunan Al Qur'an dan begitu dapat penumpang yang dia kira bukan Muslim, dia matikan agar tidak mengganggu"
S: "Saya nyalain lagi ya Mas" pinta si Bapak dengan hormat, setelah saya mengangguk si Bapak menyalakan lagi radio nya.
Saya lagi melihat keluar ketika tiba tiba Bapak tersebut bicara, Beliau melantunkan dengan fasih sepotong ayat dari Al Qur'an. Surat Yasin ayat 82
“Inama Amruhu Idza Arada Sya’ian An Yaqula Lahu Kun Fayakun”
Lalu dilanjutkan dengan artinya
Saya kurang paham kenapa si Bapak ini tetiba mengutip ayat tersebut, sebab tilawah yang sedang diputar dalam taksi tersebut tidak sedang berada di surat Yasin. Mungkin dia lihat muka saya sedang khawatir, atau mungkin sedang ingin saja iseng.
Lalu si Bapak ini meneruskan sambil tetap mengemudikan taksinya di tengah jalanan yang padat. Beliau bilang "Mas, kita ini kan makhluk. Nah yang namanya makhluk, seperti di ayat yang saya bacakan tadi, ndak semestinya terlalu kemrungsung dan kuatir. Atau menyesali hal hal yang telah terjadi. Kecuali kalau kita teledor, males, terus ada takdir buruk mengenai kita, mungkin kita akan menyesal. Tapi kalau kita udah berusaha, sudah ikhtiar, maka hal baik dan buruk yang terjadi ya memang karena sudah takdirnya harus terjadi". Cerita itu disambung beliau dengan beberapa contoh takdir takdir yang bisa terjadi dalam hidup. Sepanjang tausiyah ini saya cuman manggut manggut, sambil sesekali merespon membenarkan apa yang si Bapak katakan.
Taksi sandar di Gambir, saya membayar, mengucap salam dan mendoakan semoga hari ini laris taksinya. Saya turun melangkah kedalam stasiun sambil tersenyum. Saya yakin yang barusan itu bukan kebetulan, tempat dan waktu saya memanggil taksi, kecepatan taksi menuju lokasi saya, peluang taksi tersebut dihentikan penumpang lain sebelum saya, itu semua telah diatur oleh Allah SWT agar saya sempat mendengarkan tausiyah singkat barusan. Ini saya pandang sebagai cara Allah SWT mengingatkan saya dan menenangkan saya atas pilihan pilihan yang mungkin muncul di hari hari kedepan. Dan untuk meyakinkan saya bahwa sesungguhnya, bilamana Allah menghendaki sesuatu terjadi, maka terjadilah. :)))) Terimakasih Bapak taksi yang baik!!! :D
No comments:
Post a Comment