Friday, January 30, 2009

Rohingnya, Minoritas yang Tersakiti (Lagi)

Keadilan di dunia ini nyatanya memang hanya dongeng, seperti dongeng tentang peri gigi, Santa, atau kisah pewayangan yang begitu lekat dengan kehidupan kita, sehingga beberapa orang percaya, bahwa keadilan di dunia ini benar-benar ada. Namun bila sedikit saja kita mau melihat, bahwa di seluruh bagian dunia masih banyak etnis-etnis minoritas yang diperlakukan tidak adil, bahkan di tanah airnya sendiri.

Taruhlah berita tentang kedukaan rakyat Palestina telah mendunia sekarang ini, dan kekejaman serta kelicikan kaum Zionis Yahudi telah tersingkap boroknya, namun yang harus kita tau, bahwa sebenarnya di tempat tempat lain, Perlakuan serupa masih banyak ditemukan. Tidak perlu jauh, jauh ke Eropa atau ke Amerika untuk menemukan kasus serupa, di wilayah regional kita sendiri pun, Asia Tenggara hal serupa nyata-nyata ada.

Merekalah Muslim Rohingnya, minoritas yang di negerinya, Myanmar, ditekan dan diperlakukan secara tidak manusiawi oleh Junta Militer, dilarang untuk melaksanakan hak asasinya untuk beribadah sesuai dengan keyakinan mereka. Dan dibunuh semudah mereka membunuh hewan. Dimanakah dunia saat itu? Dimana negara adidaya yang mengaku sebagai pemimpin dunia? Tidak ada, padahal kasus ini bisa dibilang bukan kasus lama, salah satu media bulanan Indonesia sempat mengulasnya sebagai topik, bahkan media tersebut berani memasang judul “Palestina di Asia Tenggara” untuk artikel yang mengulas tentang penderitaan masyarakat Rohingnya.

Beberapa saat yang lalu, beberapa dari mereka ditemukan selamat dari amukan ombak dan terdampar di Sabang NAD, keadaan mereka sungguh mengenaskan. Mereka masih beruntung dibandingkan dengan beberapa bagian lain yang justru terdampar di Thailand, mereka mendapatkan perlakuan yang buruk di sana, beberapa sumber mengatakan bahwa Angkatan Laut Thailand melakukan penyiksaan dan pembunuhan terhadap mereka. Yang lebih parah lagi adalah Angkatan Laut Thailang ini kemudian menggiring para manusia perahu ini ke tengah laut dan melepaskan mereka tanpa perbekalan dan mesin kapal!

Sampai kapan kita akan terus menutup mata? Sungguh kini sudah saatnya kita berbenah dan berhenti memikirkan diri sendiri. Karena kita sebagai Muslim, harusnya menjadi rahmat bagi Alam semesta. Menjadi khalifah di muka bumi, lalu bisakah jika kita lemah? Jika kita terus ditindas? Bangkit saudaraku!!!!

No comments: